Ancaman pada Anak dan Perempuan di Ruang Digital

Kamis, 18 Jun 2026, 16:13 WIB

TANGSEL -- Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menekankan pentingnya literasi digital bagi anak-anak oleh orang tua agar mereka dapat terhindar dari berbagai ancaman di ruang digital.

Ia menjelaskan tantangan yang dihadapi perempuan dan anak saat ini semakin kompleks. Selain persoalan kekerasan fisik dan psikis, muncul pula berbagai risiko baru di ruang digital yang memerlukan perhatian bersama.

Ket. Foto: Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie. — Sumber: ANTARA/Irfan

Karena itu, kata dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel terus meningkatkan upaya pencegahan melalui edukasi, sosialisasi, pendampingan, serta penguatan layanan perlindungan yang mudah diakses masyarakat.

"Kami terus mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, keluarga, dunia pendidikan, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat, dalam upaya melindungi perempuan dan anak dari berbagai risiko sosial yang terus berkembang seiring perubahan zaman," kata Wali Kota Benyamin dalam keterangannya di Tangerang, Kamis.

Menurut Benyamin, perlindungan perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan peran aktif seluruh pihak.

Oleh karena itu pihaknya terus memperkuat berbagai program dan layanan yang bertujuan menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak serta pemberdayaan perempuan.

“Perempuan dan anak harus mendapatkan perlindungan yang optimal. Mereka berhak hidup, tumbuh, dan berkembang dalam lingkungan yang aman serta terbebas dari berbagai bentuk kekerasan, diskriminasi, maupun perlakuan yang merugikan,” ujar Wali Kota Benyamin.

Ia menjelaskan tantangan yang dihadapi perempuan dan anak saat ini semakin kompleks. Selain persoalan kekerasan fisik dan psikis, muncul pula berbagai risiko baru di ruang digital yang memerlukan perhatian bersama.

Dia juga menekankan agar korban kekerasan tidak takut melapor. Pemkot Tangsel menyiapkan nomor hotline Tangsel Siaga 112 atau WhatsApp (WA) ke 0813-8020-1112 yang bisa dihubungi selama 24 jam.

“Pencegahan harus menjadi fokus utama. Semakin kuat ketahanan keluarga dan semakin tinggi kesadaran masyarakat, maka potensi terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat ditekan,” katanya.

Benyamin menambahkan bahwa keberhasilan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dicapai hanya melalui program pemerintah. Diperlukan sinergi seluruh elemen masyarakat untuk membangun lingkungan yang peduli, responsif, dan berani melaporkan apabila menemukan indikasi kekerasan maupun pelanggaran hak perempuan dan anak.

Pemkot Tangsel, lanjutnya, akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan perempuan dan anak memperoleh hak-haknya secara optimal, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, maupun kesempatan untuk berkembang.

“Ketika perempuan merasa aman dan berdaya, serta anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan terlindungi, maka kita sedang membangun fondasi yang kuat bagi masa depan Kota Tangerang Selatan. Ini adalah tanggung jawab bersama yang harus terus kita jaga dan perkuat,” kata Wali Kota Benyamin.

  • Kejahatan Ruang Digital

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.