Target Ambisius! Kemendag Ingin ISF 2026 Raup Transaksi Rp38 Triliun

Kamis, 30 Jul 2026, 20:40 WIB

JAKARTA – Mendorong pertumbuhan ritel dan UMKM lokal menjadi strategi penting untuk memperkuat konsumsi domestik sekaligus meningkatkan daya tahan ekonomi daerah.

Sinergi antara pelaku ritel modern dan UMKM dapat memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing produk lokal, serta menciptakan efek berganda terhadap penyerapan tenaga kerja dan pendapatan masyarakat.

Ket. Foto: Ilustrasi- Indonesia Shopping Festival (ISF). — Sumber: Istimewa.

Agar pertumbuhannya berkelanjutan, diperlukan dukungan berupa digitalisasi, kemudahan pembiayaan, peningkatan kualitas produk, serta kolaborasi dalam rantai pasok sehingga UMKM mampu berkembang dari pasar lokal hingga menembus pasar nasional dan ekspor.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong pertumbuhan ritel dan UMKM lokal melalui penyelenggaraan Indonesia Shopping Festival (ISF) 2026 yang menargetkan nilai transaksi mencapai Rp38 triliun selama pelaksanaan 7-23 Agustus 2026.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan mengatakan target tersebut meningkat signifikan dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp25 triliun.

"Kalau misalnya kita bandingkan dengan tahun 2025, tahun 2025 itu transaksi yang dicapai oleh ISF ini menghasilkan Rp25 triliunan. Kemudian di tahun 2026 ini, APPBI (Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesa) atau ISF itu meningkatkan targetnya menjadi Rp38 triliunan," ujar Iqbal dalam konferensi pers di kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (30/7).

Iqbal menjelaskan, festival belanja tahun ini tidak hanya berlangsung di kota-kota besar, tetapi juga digelar secara serentak di seluruh Indonesia dengan partisipasi dari 407 pusat perbelanjaan.

Jumlah peserta tersebut terus meningkat dibandingkan penyelenggaraan perdana yang hanya diikuti sekitar 380 pusat perbelanjaan.

Ia optimistis target transaksi Rp38 triliun dapat tercapai seiring meningkatnya partisipasi pelaku usaha dan besarnya antusiasme masyarakat.

Menurutnya, peningkatan target transaksi juga sejalan dengan upaya pemerintah menjaga pertumbuhan ekonomi yang ditopang konsumsi rumah tangga.

"Kenaikan target ini juga mendukung laporan Triwulan I ekonomi kita, bahwasanya ekonomi kita tumbuh 5,6 persen. Kemudian dari 5,6 persen itu, 54 persen di antara itu didukung oleh konsumsi rumah tangga," katanya.

Ia menjelaskan, struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia itu, lebih dari setengahnya didukung oleh konsumsi rumah tangga, selain investasi dan ekspor.

Selain menyasar pasar domestik, Kemendag juga akan memanfaatkan jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri untuk menarik wisatawan mancanegara datang ke Indonesia selama penyelenggaraan festival, terutama dari negara-negara ASEAN dan kawasan Pasifik seperti Australia.

Sementara itu, Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja mengatakan festival yang hadir dalam rangkaian Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ini, menghadirkan sejumlah strategi baru untuk meningkatkan transaksi.

Selain menawarkan diskon hingga 80 persen, penyelenggaraan festival ini diperpanjang dari 11 hari menjadi 17 hari, yakni pada 7-23 Agustus 2026. APPBI juga menyiapkan berbagai hadiah, program kuliner, hiburan, serta kegiatan bertema peringatan Hari Kemerdekaan RI untuk menarik lebih banyak pengunjung ke pusat perbelanjaan.

"Jadi saya kira itu semua akan merupakan salah satu strategi bagaimana menarik pengunjung ke pusat perbelanjaan, setelah masuk mereka disuguhkan oleh berbagai macam promo belanja," imbuhnya.

  • Indonesia Shopping Festival (ISF)

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.