Peluang Bisnis Jasa Persewaan Kapal Laut: Keuntungan Rp118 Miliar per Pelayaran
Minggu, 19 Apr 2026, 15:51 WIBJakarta : Industri pelayaran laut sedang berada dalam tren positif. Berdasarkan proyeksi Indonesian National Shipowners' Association (INSA) untuk tahun 2026, sektor ini menunjukkan prospek menjanjikan seiring meningkatnya aktivitas proyek energi dan pertambangan . Peluang ini semakin nyata jika melihat potensi keuntungan dari pengoperasian kapal VLOC (Very Large Ore Carrier) pada rute internasional.
Prospek bisnis ini semakin cerah seiring kenaikan tarif sewa kapal global. Pada Desember 2025, tarif time charter untuk kapal tanker dan LNG melonjak hingga 414% . Para pelaku usaha optimistis bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun pertumbuhan signifikan bagi sektor pelayaran .
Berdasarkan perhitungan seorang kru kapal berpengalaman Muhammad Hendrawan yang kami kutip dari Group Himpunan Teknologi, kapal VLOC (kapal angkut curah yang sangat besar) dengan ukuran panjang 340 meter, lebar 62 meter, dan draft (draft adalah bagian kapal yang terendam dilaut saat membawa muatan) sedalam 21,4 meter mampu mengangkut muatan hingga 325.000 DWT . Pada rute Brasil-China, kapal ini menghabiskan biaya operasional yang besar namun sebanding dengan pendapatannya.

Ket. Rute Tubarao Brazil hingga Qingdao China. Doc. Muhammad Hendrawan
Peluang Bisnis Menyewakan Kapal Laut. Rincian perhitungan per pelayaran (Brasil-China):
Biaya sewa kapal (time charter):Â
Rp160 Miliar per perjalanan
Biaya solar:Â
47,69 ton/hari à 35 hari â 1.669 ton à Rp7,15 juta/ton (estimasi) â Rp11,9 Miliar
Biaya gaji kru & operasional:Â
Estimasi Rp30 Miliar (termasuk perawatan, asuransi, pelabuhan)
Total biaya:Â
Rp160 M + Rp11,9 M + Rp30 M = Rp201,9 Miliar
Proyeksi pendapatan:Â
Rp320 Miliar (tarif sewa + muatan)
Laba bersih:Â
Rp118 Miliar per pelayaran

Doc. Muhammad Hendrawan
Komponen biaya operasional terbesar adalah bahan bakar yang mencapai 40-60% dari total biaya . Dengan konsumsi BBM 81 liter solar per KM, efisiensi menjadi kunci utama. Kapal VLOC modern telah dilengkapi teknologi LNG-ready dan scrubber untuk memenuhi regulasi emisi IMO .

Ket. Kapala mengisi solar di Singapura. Doc. Muhammad Hendrawan
Kesimpulan:Â
Investasi kapal VLOC menawarkan potensi laba fantastis hingga Rp118 Miliar hanya dalam waktu 35 hari pelayaran. Namun, perlu diperhatikan biaya investasi kapal baru yang mencapai Rp1,5-2 Triliun serta risiko fluktuasi harga BBM global. Bagi investor berskala besar, sektor ini layak menjadi prioritas utama mengingat prospek jangka panjang yang menjanjikan.
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Winoto Wahyu
Berita Terkait:
-
Perkembangan transportasi laut di Provinsi Bali
-
Perpusnas Berhasil Repatriasi 42 Naskah Kuno Milik Filolog dari Selandia Baru
-
Mudik lebih awal di Pelabuhan Makassar
-
Lonjakan penumpang kapal di Pelabuhan Belawan
-
Bapanas Pastikan Harga Beras SPHP dan Minyakita di Nabire sesuai HET
-
Dukung Energi Hijau, Pemkot Jambi Jajaki Biomassa dan Waste to Energy
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.