Jatim Buktikan Taji di Pasar Global, Ekspor Ekraf Masuk Tiga Besar Nasional

Kamis, 30 Jul 2026, 20:30 WIB

SURABAYA – Ekspor industri ekonomi kreatif (ekraf) menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi yang semakin strategis karena mengandalkan nilai tambah dari kreativitas, inovasi, dan kekayaan budaya.

Peningkatan ekspor produk ekraf tidak hanya memperluas akses ke pasar global, tetapi juga memperkuat daya saing UMKM, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan devisa negara.

Ket. Foto: Ilustrasi-Ragam produk ekonomi kreatif yang dipamerkan dalam 1st Tourism Working Group 2022 di Sudamala Resort, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). — Sumber: Antara.

Namun, untuk mempercepat pertumbuhannya diperlukan penguatan kualitas produk, perlindungan hak kekayaan intelektual, transformasi digital, serta perluasan akses pasar internasional agar pelaku ekonomi kreatif mampu bersaing secara berkelanjutan.

Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menyebutkan Jawa Timur (Jatim) masuk dalam tiga besar provinsi dengan nilai ekspor industri ekonomi kreatif (ekraf) tertinggi nasional pada empat subsektor unggulan, yakni kriya, kuliner, game developer, dan fotografi.

"Jawa Timur Januari sampai April 2026 untuk kriya, kuliner, game developer, dan fotografi menyumbangkan kontribusi yang cukup besar. Ini selalu Jawa Timur berada di tiga besar," kata Menekraf dalam Jatim Media Summit 2026, di Surabaya, Kamis.

Teuku Riefky mengatakan untuk nilai ekspor subsektor kriya secara nasional sepanjang Januari-April 2026 mencapai 3,82 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dan Jatim menempati posisi kedua setelah DKI Jakarta dengan nilai ekspor sekitar 0,87 miliar dolar AS atau berkontribusi sebesar 22,9 persen.

Selain pada kriya, Jatim juga menduduki posisi kedua pada ekspor subsektor game developer yakni 5,56 juta dolar AS atau 20,1 persen dari realisasi nasional sebesar 27,5 dolar AS.

Capaian positif turut terjadi pada subsektor kuliner, karena Jatim berada diperingkat ketiga realisasi ekspornya yaitu mencapai 47,02 juta miliar AS atau 16,8 persen dari total ekspor nasional sebesar 0,28 miliar dolar AS.

Sementara pada subsektor fotografi, kata Teuku, Jatim berhasil menduduki posisi ketiga penyumbang ekspor nasional yaitu 0,29 juta dolar AS atau 6,2 persen dari total ekspor fotografi 0,47 juta dolar AS.

Ia menuturkan keberadaan teknologi yang dibarengi dengan inovasi, dan kreativitas serta dipadupadankan dengan budaya akan terus membentuk bibit-bibit ekonomi kreatif.

Bahkan, kata dia lagi, pencapaian Jatim semakin membuktikan ekonomi kreatif mampu menjadi mesin baru bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah.

Dia mencatat realisasi investasi sektor ekonomi kreatif mencapai Rp183,01 triliun atau 9,5 persen dari total investasi nasional pada 2025.

  • ekspor industri ekraf

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.