Tak Sekadar Liburan, Creative Trip Ciptakan Nilai Tambah bagi Ekonomi Lokal

Kamis, 30 Jul 2026, 20:20 WIB

JAKARTA – Memperkuat ekonomi kreatif lokal menjadi strategi penting untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berbasis inovasi, budaya, dan potensi daerah.

Pengembangan sektor ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk dan jasa lokal, tetapi juga memperluas peluang usaha bagi UMKM, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat identitas daerah di pasar nasional maupun global.

Ket. Foto: Ilustrasi - Tarian Lalayon di Toadore Fest Yogyakarta. — Sumber: Istimewa.

Agar dampaknya berkelanjutan, penguatan ekonomi kreatif perlu didukung oleh akses pembiayaan, peningkatan kapasitas pelaku usaha, pemanfaatan teknologi digital, serta kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan dunia usaha.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan konsep creative trip menjadi pendekatan baru yang dapat diaplikasikan di daerah dalam memperkuat ekonomi kreatif lokal melalui pengalaman autentik yang langsung bersentuhan dengan masyarakat dan potensi menambah nilai ekonomi daerah.

“Creative trip itu memberikan nilai tambah karena membuat orang datang untuk belajar, memahami, dan mencintai daerah tersebut,” kata Irene dalam keterangan yang diterima, Kamis (30/7).

Ia mengatakan konsep ini dapat diterapkan pada festival yang mengangkat kebudayaan setempat yang melibatkan masyarakat lokal dalam strategi promosi budaya, potensi daerah, serta akselerasi ekonomi kreatif.

Karena itu ia mengapresiasi inisiatif dari mahasiswa asal Tidore di Yogyakarta yang menjadi panitia Toadore Festival Vol. III untuk menjadi perpanjangan tangan memperkenalkan potensi kreatif dari daerahnya.

Mengusung tema 'Tidore Menyapa Yogyakarta: Dari Negeri Rempah untuk Kota Budaya', Toadore Festival Vol. III akan dilaksanakan pada 15–17 Oktober 2026 di Amphitheater Teras Beskalan, Teras Malioboro 1, Yogyakarta.

Rangkaian kegiatan menghadirkan Seminar Nasional Ekonomi Kreatif (Kalesang Kota), Panggung Seni Nusantara, Talkshow Gosip Kreatif, hingga Pasar Panen UMKM Nusantara yang dirancang sebagai ruang interaksi dan perluasan pasar produk ekraf daerah untuk sektor seperti kuliner, kriya hingga fesyen.

Steering Committee Bidang Creative Program Festival Toadore Yogyakarta, Fando, menjelaskan bahwa festival ini rutin diselenggarakan sejak 2023. Pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi penyelenggaraan didasarkan pada posisinya sebagai ruang simpul budaya yang mempertemukan keberagaman masyarakat dari seluruh Nusantara.

“Nama acaranya diambil dari bahasa lama Tidore, yaitu Tuadore, yang berarti ‘aku telah sampai’. Melalui tema Tidore Menyapa Yogyakarta: Dari Negeri Rempah untuk Kota Budaya, kami ingin menghadirkan budaya Tidore sebagai bagian dari keberagaman Indonesia sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat yang lebih luas,” kata Fando.

Festival tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi budaya Tidore, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif daerah.

Melalui konsep creative trip, pemerintah mendorong festival berbasis budaya menjadi penggerak aktivitas ekonomi lokal yang mampu meningkatkan kunjungan wisata, memperluas pemasaran produk UMKM, serta menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

  • ekraf
  • Creative Trip

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.