Jakarta IP Market 2026 Resmi Digelar, Jembatani Kreator IP dan Pelaku Industri

Kamis, 30 Jul 2026, 20:05 WIB

JAKARTA - Jakarta IP Market (JIPM) 2026 resmi dibuka di Fairmont Jakarta, Rabu (29/7). Memasuki tahun kedua penyelenggaraannya, ajang ini kembali menghadirkan marketplace business-to-business (B2B) yang mempertemukan pemilik intellectual property (IP), brand, manufaktur, investor, hingga pelaku industri kreatif untuk mendorong lahirnya kolaborasi bisnis dan memperkuat ekosistem IP di Indonesia.

Pembukaan Jakarta IP Market 2026 dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Chairman Jakarta IP Market Mochtar Sarman, serta para pelaku industri kreatif, komunitas, akademisi, dan mitra bisnis dari dalam maupun luar negeri. Rangkaian hari pertama juga diisi dengan exhibition tour serta sesi konferensi yang membahas berbagai isu strategis mengenai perkembangan industri intellectual property.

Ket. Foto: Jakarta IP Market (JIPM) 2026 resmi dibuka di Fairmont Jakarta, Rabu (29/7). Memasuki tahun kedua penyelenggaraannya, ajang ini kembali menghadirkan marketplace business-to-business (B2B) yang mempertemukan pemilik intellectual property (IP), brand, manufaktur, investor, hingga pelaku industri kreatif. — Sumber: Istimewa

Chairman Jakarta IP Market Mochtar Sarman mengatakan penyelenggaraan tahun ini merupakan pengembangan dari edisi perdana yang lebih menitikberatkan pada peningkatan kesadaran terhadap pentingnya intellectual property. Kini, Jakarta IP Market dikembangkan menjadi platform bisnis yang mampu mempertemukan para kreator dengan calon mitra lisensi, investor, dan manufaktur secara lebih terarah.

"Jakarta IP Market hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut dengan mempertemukan seluruh pelaku industri dalam satu marketplace bisnis yang terstruktur," ujar Mochtar Sarman.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Jakarta IP Market menghadirkan empat pilar utama, yaitu Exhibition, Conference, Networking, dan Licensing Deal Room. Kehadiran Licensing Deal Room menjadi inovasi baru yang memungkinkan pemilik IP bertemu langsung dengan calon licensee, brand owner, manufaktur, maupun investor melalui mekanisme business matching dan pertemuan terjadwal.

Penyelenggara optimistis Jakarta IP Market mampu melahirkan lebih banyak kerja sama bisnis setelah edisi perdana pada 2025 berhasil menghadirkan lebih dari 100 intellectual property dari sembilan negara, memfasilitasi 305 business meeting, menghasilkan 138 business lead, serta mencatat potensi transaksi senilai lebih dari Rp33,4 miliar.

"Karena itu, Jakarta IP Market kami kembangkan bukan sekadar sebagai event tahunan, melainkan sebagai marketplace yang mempertemukan kreativitas dengan peluang komersial. Harapannya, semakin banyak IP Indonesia yang mampu berkembang menjadi brand regional bahkan global," kata Mochtar Sarman.

Selain menghadirkan pameran dan forum diskusi, Jakarta IP Market 2026 juga menyuguhkan berbagai sesi konferensi yang membahas perkembangan industri IP, mulai dari strategi licensing, pengembangan komunitas penggemar, pemanfaatan media sosial sebagai ruang lahirnya IP baru, hingga potensi bisnis collectibles, merchandise, dan trading card game.

Melalui penyelenggaraan Jakarta IP Market 2026, penyelenggara berharap Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi intellectual property dunia, tetapi juga mampu berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan bisnis IP di kawasan Asia. Ajang ini juga diharapkan menjadi jembatan bagi IP lokal untuk memperluas pasar ke Asia Tenggara, Jepang, Korea Selatan, hingga Tiongkok.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.