Inovasi Pakan Lele Berbasis Energi Surya, Unars dan Universitas Ibrahimy Beri Pelatihan.
Kamis, 30 Jul 2026, 20:27 WIBUniversitas Abrurrachman Saleh (Unars) dan Universitas Ibrahimy Situbondo, Jawa Timur memberikan pelatihan pengembangan usaha pembudidaya lele melalui penerapan teknologi produksi pakan dengan memanfaatkan energi Matahari atau solar cell.
Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat pada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tahun anggaran 2026 ini menyasar Pokdakan Kebun Ikan Situbondo.
"Kegiatan pengabdian ini merupakan bentuk penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dari perguruan tinggi untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh pembudidaya ikan," kata Ketua Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Ibrahimy dan Unars Situbondo, Ach Khumaidi di Situbondo, Kamis.
Ia menyampaikan penguatan daya saing kelompok pembudidaya ikan tidak cukup hanya melalui peningkatan produksi, namun perlu didukung dengan teknologi pakan, kemampuan pengolahan hasil, penguatan kapasitas sumber daya manusia serta strategi pemasaran sesuai dengan perkembangan zaman.
Menurut Khumaidi, penggunaan energi terbarukan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi pakan dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi konvensional serta menekan biaya operasional.
Tingginya harga pakan untuk budi daya lele, lanjutnya, kerap menjadi kendala utama pembudidaya mempertahankan produktivitas dan keuntungan usaha.
"Oleh karena itu, kemampuan kelompok untuk memproduksi pakan secara mandiri menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat kemandirian dan keberlanjutan usaha mereka," katanya.
Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, katanya, juga diisi dengan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kompetensi, kapasitas usaha dan pendapatan anggota Pokdakan Kebun Ikan Situbondo.
Pelatihan dirancang agar anggota kelompok tidak hanya mampu meningkatkan hasil budi daya, tetapi juga dapat mengembangkan produk bernilai tambah dan memperluas jangkauan pasar.
Dalam program tersebut, katanya, pertama adalah pembuatan pakan ikan mandiri berbasis solar cell, dan pembudidaya ikan memperoleh pengetahuan dan keterampilan mengenai pemilihan bahan baku hingga pengeringan pakan dengan memanfaatkan energi Matahari.
Lalu, pembudidaya ikan diajari pembuatan diversifikasi olahan ikan berupa nugget berbahan dasar daging lele, dan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan nilai tambah hasil budi daya.
"Selanjutnya pelatihan berupa pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pemasaran lele segar maupun produk olahan yang dihasilkan oleh Pokdakan Kebun Ikan Situbondo," kata Khumaidi.
Sementara Ketua Pokdakan Kebun Ikan Situbondo Sandi Ustafiyan Pradana teknologi pakan berbasis solar cell dan berbagai pelatihan yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan kelompok, terutama dalam menghadapi tingginya biaya pakan, terbatasnya variasi produk dan jangkauan pemasaran yang masih perlu diperluas.
"Teknologi ini tentu membantu kelompok kami memproduksi pakan lebih efisien, meningkatkan kualitas pengelolaan budi daya. Kemampuan pemasaran digital juga dibutuhkan agar produk kami dapat dikenal lebih luas," katanya.
Sandi menambahkan, program tersebut menjadi motivasi bagi pembudidaya lele untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas, dan memperoleh pengetahuan tentang pembuatan pakan mandiri serta pemasaran digital.
Dalam program ini, Pokdakan Kebun Ikan Situbondo juga memperoleh bantuan sarana produksi dan pengolahan berupa pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), mesin pembuat pakan ikan mandiri, serta peralatan untuk mendukung diversifikasi olahan ikan lele. Program ini dilaksanakan secara bertahap selama delapan bulan, mulai sejak Maret hingga Oktober 2026.
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.