Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Diminta Perkuat Ketahanan Iklim

📅 Rabu, 17 Jun 2026, 01:01 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Diminta Perkuat Ketahanan Iklim Doc: istimewa

Pembangunan Berkelanjutan - BMKG Dorong Daerah Responsif Hadapi Kekeringan

Tantangan perubahan iklim yang semakin nyata membutuhkan langkah yang lebih cepat, terutama dalam pembangunan infrastruktur adaptasi, perlindungan kawasan pesisir, serta pengelolaan sumber daya yang efisien.

Jakarta - Pemerintah didorong memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks, mulai dari ancaman kekeringan, krisis air, penurunan produktivitas pertanian, hingga meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi.

Langkah tersebut dinilai penting agar berbagai target pembangunan berkelanjutan tidak hanya berhenti pada tataran perencanaan, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa penyelesaian persoalan iklim membutuhkan pendekatan pembangunan yang terintegrasi dan melibatkan berbagai sektor secara bersamaan.

Dalam orasi ilmiah bertajuk Sustainable Development Goals (SDGs), Pembangunan Berkelanjutan, dan Peran Perguruan Tinggi: Menuju Indonesia Emas 2045 pada Dies Natalis ke-61 Universitas Negeri Semarang (UNNES), Rachmat menekankan pentingnya penguatan sektor-sektor strategis yang berkaitan langsung dengan ketahanan lingkungan dan masyarakat.

“Sektor kelautan dan pesisir, pembangunan infrastruktur perlindungan pesisir, penerapan nature-based solution, dan penguatan tata ruang berbasis mitigasi dan risiko bencana,” kata Rachmat, sebagaimana diberitakan Antara di Jakarta.

Menurut dia, pemerintah juga perlu mempercepat penguatan sektor sumber daya air melalui peningkatan efisiensi teknologi, konservasi air, dan penerapan prinsip water accounting agar pengelolaan sumber daya air menjadi lebih terukur dan berkelanjutan.

Di sektor pertanian, penerapan smart agriculture dinilai harus terus diperluas untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah perubahan pola cuaca yang semakin sulit diprediksi.

Rachmat mengingatkan bahwa agenda pembangunan berkelanjutan harus tetap berpijak pada prinsip pemerataan atau no one left behind.

Prinsip tersebut menjadi semakin relevan ketika perubahan iklim berpotensi memperlebar kesenjangan sosial dan ekonomi, terutama bagi kelompok masyarakat rentan yang paling terdampak.

Ia mengungkapkan bahwa Indonesia telah menyelesaikan 153 atau 62,7 persen dari 244 indikator SDGs yang dievaluasi.

Capaian tersebut didukung oleh integrasi SDGs ke dalam dokumen perencanaan pembangunan nasional, mulai dari RPJMN hingga RKP.

Lebih Responsif

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Xi: Tiongkok Dukung Myanmar dalam Jaga Kedaulatan

38 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Xi: Tiongkok Dukung Myanmar...

Negara G7 Desak Russia Akhiri Perang dengan Ukraina

46 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Negara G7 Desak Russia Akhi...
Nasional
Pemerintah Diminta Perkuat ...
Luar Negeri
G7 Kurangi Ketergantungan P...
Ekonomi
Utang RI Naik, Risiko Fiska...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.