Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi Sejak 1995

📅 Rabu, 17 Jun 2026, 00:45 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Ia menambahkan BoJ kini berupaya menutup kesenjangan tersebut dengan menunjukkan bahwa ekonomi Jepang tetap mampu tumbuh meskipun biaya pinjaman meningkat.

Normalisasi Perdagangan Sementara itu, kesepakatan damai antara AS dan Iran yang mengakhiri konflik selama tiga bulan membuka peluang normalisasi perdagangan energi global.

Kedua negara sepakat membuka kembali Selat Hormuz, jalur strategis yang sebelumnya dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.

Meski demikian, proses pemulihan diperkirakan tidak berlangsung cepat karena ratusan kapal masih tertahan dan arus perdagangan global membutuhkan waktu untuk kembali normal.

Bagi Jepang, situasi tersebut sangat penting mengingat sekitar 90 persen kebutuhan minyak mentah negara itu berasal dari kawasan Timur Tengah sebelum konflik pecah pada akhir Februari lalu.

Tekanan ekonomi juga diperburuk oleh pelemahan yen akibat lonjakan harga energi dan kesenjangan suku bunga yang lebar antara Jepang dan AS.

Pemerintah Jepang tercatat telah menggelontorkan sekitar 11,7 triliun yen untuk menopang stabilitas mata uang.

Setelah pengumuman BoJ, nilai tukar yen sempat menguat terhadap dolar AS, sementara indeks saham Nikkei 225 menembus level 70.000 poin untuk pertama kalinya dalam sejarah.Tokyo - Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) pada Selasa (16/6) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 1,0 persen sebagai upaya meredam tekanan inflasi yang dipicu gejolak energi akibat perang di Timur Tengah, meskipun Amerika Serikat (AS) dan Iran telah mencapai kesepakatan damai.

Kenaikan tersebut membawa suku bunga Jepang ke level tertinggi sejak 1995 dan menjadi penyesuaian pertama sejak Desember 2025.

Langkah BoJ mengikuti kebijakan serupa yang sebelumnya ditempuh Bank Sentral Eropa dan Bank Indonesia (BI), setelah konflik di Timur Tengah memicu gangguan ekonomi global dan lonjakan harga energi di berbagai negara.

Dengan inflasi AS yang mencapai level tertinggi dalam tiga tahun terakhir, pasar kini memperkirakan Federal Reserve juga akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, meskipun belum diperkirakan terjadi pada rapat pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh.

Dalam pernyataannya, BoJ menilai perekonomian Jepang masih ditopang oleh kinerja laba perusahaan yang kuat serta perbaikan kondisi ketenagakerjaan dan pendapatan masyarakat, meskipun harga minyak yang tinggi memberi tekanan terhadap aktivitas ekonomi.

Bank sentral juga mencatat inflasi konsumen masih berada di bawah target 2 persen berkat kebijakan subsidi energi pemerintah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Nasional
PT Pertamina Hulu Indonesia...
Nasional
KRI Nala evakuasi korban ke...
Daerah
BNPB: Tanggul Jebol Picu Ba...

Lorong Bendera Merah Putih di Tasikmalaya

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Lorong Bendera Merah Putih ...
Megapolitan
Pelatihan pembuatan roti da...

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.