Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Usul Tambahan Anggaran, Marinus Gea Minta MPR Utamakan Kepentingan Rakyat

📅 Selasa, 16 Jun 2026, 13:35 WIB | Oleh:
Usul Tambahan Anggaran, Marinus Gea Minta MPR Utamakan Kepentingan Rakyat Doc: istimewa
Ket. Anggota Komisi XIII DPR RI, Marinus Gea

JAKARTA - Anggota Komisi XIII DPR RI, Marinus Gea, menyoroti usulan tambahan anggaran MPR RI Tahun Anggaran 2027 yang mencapai hampir 1 triliun rupiah.

Menurutnya, setiap tambahan anggaran yang diajukan lembaga negara harus dapat dipertanggungjawabkan manfaatnya kepada masyarakat dan diarahkan untuk memperkuat fungsi kelembagaan, bukan semata-mata belanja fisik.

Pernyataan tersebut disampaikan Marinus Gea dalam Rapat Kerja Pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) MPR RI Tahun Anggaran 2027 yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (15/6).

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah menyampaikan bahwa MPR memperoleh pagu indikatif tahun 2027 sebesar 945,57 miliar rupiah.

Selain itu, MPR juga mengusulkan tambahan anggaran sebesar 972 miliar rupiah untuk mendukung berbagai program, antara lain forum serap aspirasi kebangsaan, sosialisasi Empat Pilar MPR RI, serta sejumlah kebutuhan kelembagaan lainnya.

Menanggapi usulan tersebut, Marinus mengingatkan agar tambahan anggaran yang diajukan benar-benar difokuskan pada pelaksanaan tugas konstitusional MPR RI dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Dalam Raker Pembahasan RKA MPR RI TA 2027, saya menekankan bahwa setiap tambahan anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan manfaatnya kepada rakyat," ujar Marinus Gea.

Ia menyoroti bahwa di tengah usulan tambahan anggaran yang mencapai hampir 1 triliun rupiah di luar pagu indikatif, masih terdapat rencana renovasi ruang kerja, ruang rapat, gedung, hingga rumah dinas pimpinan yang menurutnya perlu dikaji lebih mendalam terkait urgensi dan manfaatnya.

Menurut Marinus, penggunaan anggaran negara harus mengedepankan kebutuhan yang benar-benar mendukung kinerja lembaga dan kepentingan publik.

Karena itu, ia merekomendasikan agar MPR RI memprioritaskan anggaran untuk penguatan tugas konstitusional, pengkajian ketatanegaraan, reformasi birokrasi, pengawasan internal, serta berbagai program yang berdampak langsung terhadap penguatan demokrasi dan kehidupan berbangsa.

Selain itu, Marinus juga meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap usulan tambahan anggaran dengan mengedepankan prinsip efisiensi, akuntabilitas, kepatutan, dan keberpihakan pada kepentingan rakyat.

"Memprioritaskan anggaran untuk penguatan tugas konstitusional MPR RI, pengkajian ketatanegaraan, reformasi birokrasi, pengawasan internal, serta program yang berdampak langsung bagi penguatan demokrasi dan kehidupan berbangsa," tegasnya.

Ia menambahkan, evaluasi terhadap seluruh usulan belanja perlu dilakukan secara cermat agar penggunaan APBN benar-benar sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan agenda pembangunan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

UEFA Tolak Penambahan Peserta Piala Dunia 2030

54 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
UEFA Tolak Penambahan Peser...
Megapolitan
Pemerintah Provinsi DKI Jak...

Indonesia-Arab Saudi Perluas Kerja Sama Sektor Transportasi

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Luar Negeri
Indonesia-Arab Saudi Perlua...
Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.