Spanyol Berharap Mampu Mengontrol Kecepatan Cape Verde
Senin, 15 Jun 2026, 06:41 WIBATLANTA - Spanyol akan memulai perjalanan Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar ketika menghadapi negara superkecil debutan turnamen, Cape Verde, dalam laga pembuka Grup H di Atlanta, Senin (16/4) malam WIB. Di atas kertas, laga ini mempertemukan salah satu kandidat juara dunia dengan tim yang untuk pertama kalinya tampil di ajang terbesar sepak bola internasional.
Namun, pertandingan bukan sekadar pertarungan antara favorit dan pendatang baru. Di balik status unggulan Spanyol, Cape Verde datang dengan modal kepercayaan diri tinggi dan strategi yang bisa menyulitkan La Roja. Kedua tim memiliki pendekatan berbeda. Spanyol mengandalkan penguasaan bola, kreativitas lini tengah, dan tekanan tinggi. Sisi lain, Cape Verde berharap memanfaatkan organisasi pertahanan serta serangan balik cepat.
Spanyol datang ke turnamen dengan reputasi sebagai salah satu tim terkuat dunia. Bersama Prancis, mereka dianggap sebagai kandidat utama untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026. Kepercayaan itu tidak lepas dari keberhasilan mereka menjuarai Piala Eropa 2024 setelah mengalahkan Inggris di final.
Pelatih Luis de la Fuente memiliki skuad dengan keseimbangan antara pemain muda berbakat dan para pemain berpengalaman. Filosofi permainan Spanyol tetap berakar pada kontrol pertandingan melalui penguasaan bola, pergerakan cepat, dan kemampuan menciptakan ruang di area pertahanan lawan.
Meski demikian, sejarah Piala Dunia terakhir menjadi pengingat bahwa Spanyol tidak boleh lengah. Setelah menjadi juara dunia pada tahun 2010, La Roja gagal memenuhi ekspektasi dalam tiga edisi berikutnya. Mereka tersingkir di fase grup pada tahun 2014, lalu hanya mencapai babak 16 besar tahun 2018 dan 2022.
Persiapan Spanyol menuju turnamen berjalan positif. Mereka menutup rangkaian uji coba dengan kemenangan 3-1 atas Peru. Hasil itu memperpanjang catatan impresif mereka menjadi 10 pertandingan tanpa kekalahan, dengan tujuh kemenangan di antaranya.
Di laga melawan Cape Verde, perhatian akan tertuju pada lini tengah Spanyol yang kemungkinan kembali mengandalkan kombinasi Rodri, Pedri, dan Fabian Ruiz.
Di sektor serangan, Lamine Yamal dan Nico Williams kemungkinan tidak langsung menjadi starter, baru pulih cedera. Keduanya baru kembali berlatih penuh setelah mengalami masalah kebugaran. Ferran Torres, Mikel Oyarzabal, dan Alex Baena berpeluang mengisi lini depan sejak awal.
Sementara itu, Cape Verde datang dengan cerita berbeda. Negara kecil asal Afrika tersebut mencatat sejarah dengan lolos untuk pertama kalinya ke putaran final Piala Dunia. Mereka memastikan tiket setelah finis di atas Kamerun dalam grup kualifikasi.
Bagi pelatih Pedro âBubistaâ Brito, pertandingan melawan Spanyol adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa Cape Verde bukan sekadar peserta pelengkap.
âKami tahu Spanyol adalah salah satu tim terbaik di dunia. Mereka memiliki kualitas luar biasa, tetapi kami datang dengan keyakinan. Kami akan bertarung dengan organisasi, kerja keras, dan keberanian,â ujar Bubista.
Cape Verde memiliki modal bagus sebelum menghadapi Spanyol. Mereka memenangkan tiga pertandingan terakhir, termasuk dua laga persahabatan sebelum Piala Dunia. Mereka mengalahkan Serbia 3-0 pada akhir Mei dan kembali menang dengan skor yang sama atas Bermuda pada 6 Juni.
Kekuatan utama The Blue Sharks terletak pada kedisiplinan dan kemampuan melakukan transisi cepat. Mereka tidak akan mencoba mendominasi permainan, tetapi lebih memilih menunggu momen untuk menyerang melalui kecepatan pemain depan.
Kapten Ryan Mendes menjadi ancaman utama. Penyerang berusia 36 tahun itu merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Cape Verde dengan 22 gol dari 97 pertandingan internasional. Selain Mendes, Dailon Livramento juga menjadi pemain yang patut diperhatikan setelah mencetak tujuh gol dalam 22 laga bersama tim nasional. Di lini belakang, Logan Costa dari Villarreal diperkirakan menjadi pemimpin pertahanan.
Favorit
Pertandingan ini menjadi pertemuan pertama sepanjang sejarah antara Spanyol dan Cape Verde. Spanyol jelas menjadi favorit untuk memenangkan Grup H yang juga dihuni Arab Saudi dan Uruguay. Namun, Cape Verde memiliki peluang untuk mengejutkan, terutama jika mampu menjaga permainan tetap rapat hingga menit-menit akhir.
Dalam format Piala Dunia 2026, peluang lolos juga terbuka bagi tim peringkat kedua dan beberapa peringkat ketiga terbaik. Karena itu, Cape Verde masih memiliki harapan untuk bersaing.
Spanyol diperkirakan akan menurunkan formasi dengan Unai Simon di bawah mistar, Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, dan Marc Cucurella di lini belakang. Rodri, Pedri, serta Fabian Ruiz mengisi tengah, sementara Ferran Torres, Oyarzabal, dan Baena menjadi pilihan di depan.
Cape Verde kemungkinan tampil dengan Vozinha sebagai penjaga gawang, didukung Moreira, Logan Costa, Pico, dan Paulo di pertahanan. Semedo dan Pina akan menjaga lini tengah, sementara Ryan Mendes, Monteiro, Cabral, dan Dailon Livramento menjadi opsi serangan. ben/AFP/G-1
Perkiraan Formas
Spanyol 4-3-3
Simon
Porro, Cubarsi, Laporte, Cucurella
Ruiz, Rodri, Pedri
F Torres, Oyarzabal, Baena
Cape Verde 4-2-3-1
Vozinha
Moreira, Costa, Pico, Paulo
Semedo, Pina
Mendes, Monteiro, Cabral
Dailon
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Irak Kunci Tiket Terakhir Piala Dunia Usai Tekuk Bolivia 2-1, Akhiri Penantian 40 Tahun
-
16 Tim Meriahkan Festival Bedug 2026 di Jakarta Barat, Seni Tradisional Bergema.
-
OJK Catat Aset Industri Asuransi Tumbuh 6,80 Persen per Februari 2026
-
Cek Jadwal dan Syarat Pencairan Gaji ke-13 ASN 2026 Berdasarkan PP Nomor 9
-
Bantu Pemudik Tetap Fokus, Extrajoss Ultimate Hadir di 100+ Dealer Yamaha
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.