Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Saat Pasien Tetap Sadar di Meja Operasi: Inovasi Baru dalam Penanganan Tumor Otak

📅 Minggu, 14 Jun 2026, 17:03 WIB | Oleh:

Kerusakan pada area tersebut selama operasi berpotensi menyebabkan gangguan neurologis permanen yang dapat memengaruhi kehidupan pasien dalam jangka panjang.

Di sinilah awake brain surgery menjadi solusi yang semakin banyak digunakan di pusat-pusat layanan bedah saraf modern.

Dalam prosedur ini, pasien tidak sepenuhnya tertidur selama operasi. Setelah kulit kepala diberikan anestesi lokal sehingga tidak merasakan nyeri, pasien akan berada dalam kondisi sadar pada tahap tertentu dan dapat berkomunikasi dengan dokter.

Selama operasi berlangsung, dokter dapat meminta pasien berbicara, menghitung, menggerakkan tangan atau kaki, maupun melakukan tugas sederhana lainnya. Respons pasien menjadi panduan penting bagi tim bedah untuk memastikan area otak yang mengendalikan fungsi vital tetap terlindungi.

Memantau Fungsi Otak Secara Langsung

Keunggulan utama awake brain surgery adalah kemampuan dokter memantau fungsi neurologis pasien secara real-time saat pengangkatan tumor dilakukan.

Dengan metode ini, dokter dapat menentukan batas aman operasi secara lebih akurat sehingga pengangkatan tumor dapat dilakukan semaksimal mungkin tanpa merusak jaringan otak yang berperan penting terhadap kualitas hidup pasien.

"Melalui interaksi langsung dengan pasien selama operasi, dokter dapat mengetahui apakah fungsi bicara, motorik, maupun sensorik tetap berjalan normal. Hal ini membantu meminimalkan risiko gangguan neurologis setelah operasi," kata dr. Mardjono.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan prosedur ini tidak hanya bergantung pada kemampuan dokter bedah saraf, tetapi juga memerlukan kolaborasi erat dengan dokter spesialis anestesi dan dokter spesialis neurologi.

Kerja sama multidisiplin tersebut diperlukan untuk memastikan pasien tetap nyaman, aman, serta mampu memberikan respons yang diperlukan selama operasi berlangsung.

Pemulihan Lebih Cepat dan Kualitas Hidup Lebih Baik

Selain meningkatkan keamanan tindakan bedah, awake brain surgery juga memberikan keuntungan pada proses pemulihan pasien.

Karena fungsi-fungsi penting otak dapat dipantau secara langsung selama operasi, risiko terjadinya gangguan bicara, kelemahan anggota gerak, maupun gangguan sensorik setelah operasi menjadi lebih rendah dibandingkan teknik konvensional pada kasus tertentu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Kemenhub Perketat Pengawasan Angkutan Barang

31 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenhub Perketat Pengawasa...

Pemprov DKI Jakarta Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan

39 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Gelar P...
Nasional
Kemensos Perkuat Verifikasi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Blind Spot Udara di Indonesia Timur Rawan Intersepsi Pesawat Asing

Blind Spot Udara di Indonesia Timur Rawan Intersepsi Pesawat Asing

14 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.