Tembus 214 Juta Orang, KAI Group Bongkar Lonjakan Penumpang Fantastis Sepanjang 2026
Jumat, 12 Jun 2026, 03:20 WIBJAKARTA -Â PT Kereta Api Indonesia (Persero) Group mencatat volume angkutan penumpang sebanyak 214.045.803 orang sepanjang periode Januari hingga Mei 2026. Capaian makro tersebut mencerminkan tingginya mobilitas sosiologis masyarakat sekaligus memperkuat fungsi integrasi transportasi rel dalam mendorong konektivitas regional serta pertumbuhan ekonomi nasional.Â
"Sepanjang Januari hingga Mei 2026, KAI Group melayani 214.045.803 pelanggan, meningkat 7,20 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 199.663.907 pelanggan," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Dia menyampaikan pertumbuhan pelanggan tersebut menunjukkan semakin kuatnya peran transportasi berbasis rel dalam mendukung konektivitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Ia menyebutkan kontributor terbesar angkutan KAI Gorup berasal dari KAI Commuter yang melayani 169.047.494 pelanggan, meningkat 6,24 persen dibanding 159.111.614 pelanggan pada JanuariâMei 2025.
"Dengan volume tersebut, KAI Commuter menjadi salah satu sistem angkutan massal berbasis rel terbesar di Asia Tenggara," katanya.
Setiap hari layanan ini menghubungkan kawasan hunian dengan pusat pekerjaan, pendidikan, perdagangan, dan layanan publik di wilayah metropolitan Jakarta dan sekitarnya. Peran tersebut semakin penting seiring pertumbuhan kawasan penyangga yang mendorong meningkatnya kebutuhan perjalanan komuter setiap hari.
Di luar mobilitas harian, pertumbuhan perjalanan antar-kota juga menunjukkan semakin kuatnya konektivitas antar-wilayah. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, KA Jarak Jauh dan Lokal KAI melayani 24.372.733 pelanggan, meningkat 9,94 persen dibanding 22.168.570 pelanggan pada periode yang sama tahun lalu.
Arus perjalanan tersebut menghubungkan berbagai pusat ekonomi, kawasan industri, kota pendidikan, sentra perdagangan, hingga destinasi wisata yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatra. Konektivitas ini turut mendukung pergerakan tenaga kerja, aktivitas usaha, serta pengembangan sektor pariwisata domestik.
Pada layanan perkotaan modern, LRT Jabodebek melayani 13.211.856 pelanggan, meningkat 23,16 persen dibanding 10.727.798 pelanggan pada JanuariâMei 2025.
Pertumbuhan pelanggan menunjukkan semakin kuatnya peran transportasi publik berbasis rel dalam mendukung mobilitas kawasan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.
Integrasi dengan KRL, kereta api antar-kota, layanan bus, serta kawasan transit oriented development (TOD) memperluas jangkauan perjalanan masyarakat dalam satu ekosistem transportasi yang saling terhubung.
Layanan yang menghubungkan masyarakat dengan transportasi udara juga terus bertumbuh. KAI Bandara melayani 2.905.389 pelanggan, meningkat 1,78 persen dibanding 2.854.707 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya dengan layanan KA Srilelawangsa di Medan dan KA YIA di Yogyakarta.
Keberadaan kereta api bandara memberikan pilihan perjalanan yang lebih pasti dari sisi waktu tempuh sekaligus mendukung kelancaran pergerakan penumpang menuju bandar udara di berbagai kota.
Sementara itu, KCIC melalui layanan Whoosh melayani 2.415.736 pelanggan, meningkat 1,43 persen dibanding 2.381.619 pelanggan pada JanuariâMei 2025.
Kereta cepat memperkuat hubungan ekonomi Jakarta dan Bandung yang selama ini menjadi dua simpul aktivitas utama di Indonesia. Akses yang lebih singkat mendorong mobilitas pelaku usaha, pekerja profesional, wisatawan, maupun masyarakat yang melakukan perjalanan pulang-pergi dalam satu hari.
Di wilayah Indonesia timur, KA MakassarâParepare melayani 145.735 pelanggan, meningkat 25,48 persen dibanding 116.146 pelanggan pada periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin meningkatnya pemanfaatan layanan kereta api di Sulawesi Selatan. Kehadiran layanan ini mendukung akses masyarakat menuju pusat kegiatan ekonomi, kawasan pendidikan, layanan publik, hingga destinasi wisata yang berada di sepanjang lintas operasional.
Pada segmen perjalanan wisata, KAI Wisata mencatat pertumbuhan tertinggi dengan melayani 131.843 pelanggan, meningkat 72,78 persen dibanding 76.309 pelanggan pada JanuariâMei 2025.
Peningkatan tersebut sejalan dengan tren wisata domestik yang terus berkembang. Kereta api kini menjadi bagian dari pengalaman perjalanan. Layanan seperti Kereta Panoramic, Kereta Wisata, Kereta Istimewa, serta Compartment Suite menghadirkan pilihan perjalanan yang memberikan pengalaman berbeda bagi pelanggan.
Adapun LRT Sumsel melayani 1.815.017 pelanggan sepanjang Januari hingga Mei 2026. Sebagai sistem angkutan rel perkotaan pertama di Sumatra, LRT Sumsel berperan menghubungkan berbagai pusat aktivitas di Kota Palembang, mulai dari kawasan permukiman, pusat bisnis, perkantoran, perguruan tinggi, kompleks olahraga Jakabaring, hingga Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II.
Konektivitas tersebut mendukung pergerakan masyarakat dengan waktu tempuh yang lebih terukur di tengah pertumbuhan aktivitas perkotaan.
Anne menambahkan peningkatan jumlah pelanggan KAI Group menunjukkan semakin luasnya peran transportasi berbasis rel dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat keterhubungan antar-wilayah.
"KAI Group akan terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat integrasi antar-moda, dan menghadirkan konektivitas yang mendukung pertumbuhan ekonomi serta mobilitas nasional secara berkelanjutan," kata dia.
- krl commuter line
- kereta cepat whoosh
- jumlah penumpang kai 2026
- kai group
- lrt jabodebek
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Ini Perbedaan Mendasar Mobil Hybrid HEV dan Plug-in Hybrid (PHEV)
-
Wamendiktisaintek Stella Christie Dorong Pengembangan AI untuk Atasi Kesenjangan
-
Riset UI: Program MBG Dorong Pendapatan Warga dan Tekan Pengeluaran
-
Kebijakan WFH, ASN Kemenag Diminta Jaga Ritme Kerja
-
KAI Percepat Proyek Peron Baru Stasiun Bogor untuk KRL 12 Rangkaian
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.