- Home
-
- Megapolitan
-
- KAI Percepat Proyek Peron ...
KAI Percepat Proyek Peron Baru Stasiun Bogor untuk KRL 12 Rangkaian
Selasa, 02 Jun 2026, 13:50 WIBJAKARTA - Pertumbuhan jumlah penumpang Commuter Line Bogor Line yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir mendorong percepatan pengembangan fasilitas di Stasiun Bogor. PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan memperluas kapasitas layanan melalui pembangunan peron jalur 6, 7, dan 8 serta penguatan konektivitas dengan Stasiun Bogor Paledang.
Pengembangan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus bertambah, sekaligus mendukung pengoperasian rangkaian Commuter Line 12 kereta atau SF12 yang memiliki kapasitas angkut lebih besar dibandingkan rangkaian yang saat ini beroperasi.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan pekerjaan pengembangan peron berjalan lebih cepat dibandingkan target yang telah ditetapkan sebelumnya.
"Alhamdulillah, pekerjaan pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor berjalan lebih cepat dari target yang telah ditetapkan. Percepatan ini menjadi kabar baik karena kapasitas layanan dapat segera ditingkatkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus tumbuh di Bogor Line," ujar Bobby dalam keterangan resmi, Selasa (2/6/2026).
Menurut Bobby, pembangunan dan perpanjangan peron dimulai sejak 15 April 2026 dan ditargetkan selesai pada Juli 2026. Infrastruktur baru tersebut dirancang untuk mendukung operasional rangkaian SF12 yang memiliki daya angkut penumpang lebih besar.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia, Anne Purba, mengungkapkan tren pertumbuhan pengguna Bogor Line terus meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2022, volume pelanggan Bogor Line tercatat sebanyak 102.054.022 pelanggan. Jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 133 juta pelanggan pada 2023, kemudian mencapai 145,9 juta pelanggan pada 2024 dan kembali naik menjadi 155 juta pelanggan sepanjang 2025.
"Hingga April 2026, volume pelanggan Bogor Line telah mencapai 51,8 juta pelanggan. Dalam kurun tiga tahun terakhir, volume pelanggan Bogor Line bertambah sekitar 52,9 juta pelanggan atau tumbuh sekitar 51,9 persen," kata Anne.
Menurutnya, pertumbuhan tersebut menunjukkan peran Bogor Line yang semakin penting sebagai salah satu moda transportasi utama bagi masyarakat Jabodetabek. Tingginya mobilitas penumpang juga menjadi alasan utama perlunya peningkatan kapasitas layanan dan fasilitas stasiun.
"Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa Bogor Line telah berkembang menjadi salah satu tulang punggung mobilitas masyarakat Jabodetabek," tambah Anne.
Melalui pengembangan peron baru dan peningkatan konektivitas antarfasilitas perkeretaapian, KAI berharap pelayanan kepada pengguna Commuter Line dapat semakin optimal. Selain meningkatkan kapasitas angkut, proyek tersebut juga diharapkan mampu mendukung kelancaran operasional kereta serta memberikan kenyamanan lebih bagi para penumpang.
- Transportasi Publik
- PT KAI
- KAI
- Stasiun Bogor
- DJKA
- Commuter Line
- KRL Bogor-Jakarta Kota
- krl commuter line
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Bersihkan Sampah di Kawasan Sembalun
-
HUT Jakarta 2026 ke-499: Pemprov DKI Gratiskan Transportasi Umum dan Tempat Wisata 3 Hari
-
Harum Anjasari, Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Dimakamkan di TPU Cipayung
-
KAI Jadi Inspirasi Layanan Publik, Dinilai Mampu Bersaing dengan Standar Global
-
SPKAI: Kecelakaan di Bekasi Timur Jadi Momentum Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian Nasional
-
Mulai Juli, KAI Tanjungkarang Operasikan KA Rajabasa Ekonomi Premium
-
Pemerintah Provinsi Maluku Usulkan Pelepasan Varietas Cengkih Hutan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.