Ini Perbedaan Mendasar Mobil Hybrid HEV dan Plug-in Hybrid (PHEV)
Kamis, 12 Mar 2026, 16:15 WIBJAKARTA - Di tengah meningkatnya adopsi kendaraan elektrifikasi di industri otomotif nasional, konsumen Indonesia kini dihadapkan pada berbagai pilihan kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV). Dua teknologi yang paling banyak menjadi perhatian adalah Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Business Unit Director JAECOO Indonesia Jim Ma menjelaskan bahwa meskipun keduanya berada dalam kategori kendaraan hybrid, HEV dan PHEV memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Perbedaan tersebut terlihat dari sistem kerja hingga cara pengisian daya pada kendaraan.
"Karakter penggunaan, sistem kerja, serta keunggulannya pun berbeda. HEV itu sendiri merupakan kendaraan yang memiliki dua sumber tenaga, yaitu mesin bensin dan daya listrik," ujar Jim Ma.
Ia menjelaskan bahwa pada kendaraan HEV, baterai tidak dapat diisi melalui colokan listrik eksternal. Energi listrik pada baterai akan terisi secara otomatis melalui mesin bensin maupun sistem regenerative braking saat kendaraan melakukan pengereman.
Pada kendaraan HEV, sistem hybrid dirancang untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar tanpa mengubah kebiasaan berkendara pengguna secara signifikan. Teknologi ini memungkinkan kendaraan tetap praktis digunakan tanpa harus bergantung pada infrastruktur pengisian listrik.
Baterai pada kendaraan HEV umumnya memiliki kapasitas relatif kecil, sekitar 1 hingga 2 kWh. Motor listrik biasanya bekerja pada kecepatan rendah atau saat kondisi lalu lintas padat, sementara mesin bensin akan mengambil alih ketika kendaraan membutuhkan tenaga lebih besar.
Dengan sistem tersebut, kendaraan HEV dikenal mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar dibandingkan mobil konvensional. Selain itu, pengguna tidak perlu melakukan pengisian daya secara manual sehingga kendaraan tetap praktis digunakan di berbagai wilayah.
Sementara itu, teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle atau PHEV menawarkan pendekatan yang sedikit berbeda. Pada kendaraan ini, baterai memiliki kapasitas lebih besar dan dapat diisi melalui sumber listrik eksternal.
Pengisian daya kendaraan PHEV dapat dilakukan melalui pengisian daya di rumah maupun di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Dengan baterai yang lebih besar, kendaraan dapat beroperasi menggunakan tenaga listrik murni untuk jarak tertentu.
Kemampuan tersebut membuat kendaraan PHEV cocok untuk mobilitas harian di wilayah perkotaan. Dalam kondisi baterai penuh, kendaraan dapat melaju tanpa menggunakan mesin bensin untuk jarak tertentu.
Jika daya baterai habis, kendaraan PHEV tetap dapat beroperasi seperti mobil hybrid biasa. Mesin bensin akan bekerja untuk menggerakkan kendaraan sekaligus membantu mengisi kembali baterai.
Fleksibilitas tersebut membuat PHEV dapat digunakan baik untuk perjalanan jarak dekat maupun perjalanan jarak jauh. Pengguna juga tetap memiliki opsi menggunakan tenaga listrik untuk aktivitas harian yang lebih ramah lingkungan.
"Ketika konsumen sudah mengetahui perbedaan mendasar dari cara kerja dan keunggulan masing-masing sistem, langkah selanjutnya adalah menyesuaikan pilihan tersebut dengan kebutuhan mobilitas harian mereka," kata Jim Ma.
Di Indonesia, JAECOO menghadirkan teknologi Super Hybrid System melalui model JAECOO J7 SHS-P dan JAECOO J8 SHS-P ARDIS. Teknologi ini merupakan pengembangan dari sistem PHEV yang mengintegrasikan tenaga listrik dan mesin secara lebih cerdas.
Pada model J7 SHS-P, kendaraan mampu menempuh jarak hingga sekitar 100 kilometer dalam mode listrik murni. Kemampuan ini membuat kendaraan tersebut cocok untuk penggunaan harian di wilayah perkotaan.
Sementara itu, model J8 SHS-P ARDIS menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih premium. Kendaraan ini dilengkapi hingga 19 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang mendukung kenyamanan dan keselamatan berkendara.
Beberapa fitur tersebut antara lain Adaptive Cruise Control dan Traffic Jam Assist yang membantu pengemudi dalam kondisi lalu lintas padat. Teknologi tersebut juga dirancang untuk meningkatkan keamanan selama perjalanan.
Selain kendaraan hybrid, JAECOO juga menghadirkan kendaraan listrik murni melalui model JAECOO J5 EV. Model ini ditujukan bagi konsumen yang ingin sepenuhnya beralih ke mobilitas berbasis energi listrik.
Di pasar nasional, performa JAECOO juga menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) pada Januari 2026, JAECOO J5 EV mencatat distribusi sebanyak 1.942 unit.
Pencapaian tersebut membuat model tersebut menjadi salah satu SUV listrik terlaris di Indonesia. Capaian itu juga membawa JAECOO masuk ke dalam sembilan besar merek mobil nasional.
Saat ini, JAECOO telah memiliki 25 dealer di Indonesia. Jaringan tersebut termasuk dealer terbaru yang dibuka di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Selain memperluas jaringan dealer, perusahaan juga menyiagakan 14 Dealer Siaga di berbagai rute utama mudik Lebaran. Layanan tersebut dilengkapi dukungan bantuan darurat selama 24 jam bagi para pengguna kendaraan.
- Mobil Listrik
- Kendaraan Listrik
- Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
- Industri Otomotif
- Elektrifikasi Kendaraan
- HEV
- Kendaraan Hybrid
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
MPM Perkuat Ekosistem Pembiayaan dan Asuransi untuk Dongkrak Penjualan
-
Penggantian Baterai Mobil Listrik, Simak Mekanisme dan Perkiraan Biayanya!
-
Pemerintah Keluarkan Paket Ekonomi untuk Tekan Harga dan Produk Plastik
-
Ferrari Perkenalkan Mobil Listrik Pertama, Luce, Segini Harganya!
-
KPK Ungkap Alasan Panggil Staf PBNU Berinisial SB di Kasus Kuota Haji
-
Harga Emas di Pegadaian Jumat Pagi: UBS Rp2.859.000, Antam Rp2.918.000, Galeri24 Rp2.813.000 per Gram
-
Mobil Listrik Tiba-Tiba Mati di Rel Kereta? Ini Penjelasan Pakar ITB
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.