- Home
-
- Luar Negeri
-
- Perubahan Iklim Picu Laut ...
Perubahan Iklim Picu Laut Eropa Makin Panas
Kamis, 20 Agu 2026, 00:40 WIBPemanasan Laut
PARIS â Perubahan iklim menjadi faktor utama di balik kenaikan suhu laut di Eropa.
Dampaknya menambah sekitar 2 derajat Celsius pada suhu Laut Mediterania sepanjang musim panas ini dan memberikan tekanan serius terhadap ekosistem laut, menurut sebuah studi yang dirilis Rabu (19/8).
âMulai dari perairan Atlantik di lepas pantai Irlandia hingga Laut Mediterania, lautlaut Eropa mengalami lonjakan suhu yang mengkhawatirkan,â kata salah satu penulis studi, Thomas Frolicher, fisikawan lingkungan dari University of Bern, Swiss.
âPenelitian kami menunjukkan dengan jelas bahwa kondisi ini didorong oleh perubahan iklim, khususnya akibat pembakaran bahan bakar fosil yang terus berlangsung,â tambahnya.
Dilansir dari AFP, para ilmuwan dari kelompok World Weather Attribution (WWA) memperkirakan perubahan iklim telah menambah sekitar 2 derajat Celsius terhadap pemanasan di Laut Mediterania dan lebih dari 1,3-1,4 derajat Celsius pada perairan Eropa Barat.
Angka tersebut diperoleh melalui penggabungan data hasil observasi dengan simulasi model iklim.
WWA menyatakan terdapat âbukti dampak ekologis yang parahâ, dengan sejumlah spesies âbergerak ke arah utara menuju perairan yang lebih dingin sehingga mengganggu rantai makanan, perikanan pesisir, dan akuakulturâ.
âDampaknya juga dapat meluas ke daratan, karena kenaikan suhu permukaan laut meningkatkan kelembapan di wilayah pesisir sehingga memperbesar risiko panas ekstrem,â kata WWA dalam sebuah pernyataan.
Ekolog kelautan John Bruno mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya terkejut dengan âbetapa sedikit pemanasan yang sebenarnya diperlukan untuk mendorong organisme melewati ambang batas hingga menyebabkan kematianâ.
âDi terumbu karang, misalnya, hanya sekitar 1 derajat Celsius,â ujarnya.
Namun, ia menambahkan bahwa beberapa organisme justru memperoleh manfaat dari gelombang panas karena memiliki preferensi terhadap suhu yang lebih hangat atau karena musuh alami mereka menghilang.
âTerjadi semacam perombakan dan reorganisasi komunitas. Jadi, kita memiliki apa yang disebut sebagai pihak yang diuntungkan dan pihak yang dirugikan,â katanya.
Menurut pemantau pemanasan global Uni Eropa, Copernicus Climate Change Service, suhu lautan dunia mencapai rekor tertinggi untuk bulan kedua berturut-turut pada Juli.
WWA menyebut sejumlah wilayah di Mediterania mencatat suhu permukaan laut lebih dari 6 derajat Celsius di atas kondisi normal selama dua pekan terpanas pada bulan tersebut.
Kelompok tersebut menambahkan bahwa perubahan iklim telah menyebabkan gelombang panas laut meluas ke wilayah Eropa yang lebih besar.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Prancis Konfirmasi Kasus Ebola Pertama, Dokter yang Pernah Bekerja di Kongo
-
Mesir: Hubungan Pendidikan dengan Indonesia Sangat Istimewa
-
Menuju Hari Anak Nasional, Lebih dari 3.000 Anak Ikuti Soyalympic 2026
-
Diskon Tumbler Estetik di Jakarta Fair 2026, Lock n Lock Obral Potongan hingga 85 Persen
-
Kemnaker Buka Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3, Targetkan 20 Ribu Peserta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.