Riset UI: Program MBG Dorong Pendapatan Warga dan Tekan Pengeluaran

Rabu, 11 Mar 2026, 16:35 WIB

Depok - Peneliti Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI) memaparkan hasil riset yang menyebutkan Program MBG mendorong pendapatan dan kurangi pengeluaran masyarakat.

Penelitian tersebut dipimpin oleh Guru Besar Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI Prof. Fentiny Nugroho, dengan tim peneliti yang terdiri Dr. Annisah, Dr. Anna Sakreti Nawangsari, Dr. Arif Wibowo, serta Shinta Tris Irawati M.Kesos.

 Prof. Fentiny di Kampus UI Depok, Rabu (11/3), mengatakan penelitian ini mengkaji secara kritis pengaruh Program MBG terhadap dinamika ekonomi rumah tangga, mulai dari perubahan struktur pendapatan hingga pola pengeluaran keluarga.

“Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mampu menggerakkan dana hingga Rp10–12 miliar per tahun. Sebanyak 85 persen anggaran digunakan untuk membeli bahan baku dari petani lokal. Setiap SPPG mempekerjakan sekitar 50 orang serta melibatkan puluhan petani dan pemasok,” paparnya.

Ia menambahkan para relawan yang terlibat dalam kegiatan SPPG kini memperoleh penghasilan harian sekitar Rp100 ribu hingga Rp125 ribu per orang. Pendapatan tersebut dinilai cukup signifikan, terutama bagi mereka yang sebelumnya tidak memiliki sumber penghasilan tetap.
“Mereka menyampaikan rasa senang karena kini memiliki penghasilan harian yang relatif stabil, berkisar Rp100 ribu hingga Rp125 ribu,” jelasnya.

Selain meningkatkan pendapatan sebagian masyarakat, penelitian ini juga menemukan adanya penurunan pengeluaran rumah tangga bagi keluarga penerima manfaat Program MBG, khususnya untuk kebutuhan pangan. Dampak ini paling dirasakan oleh keluarga miskin dan rentan miskin.

Namun demikian sebagian orang tua menyatakan tidak mengalami perubahan signifikan dalam pengeluaran karena tetap memasak makanan seperti biasa di rumah.

Prof. Fentiny menjelaskan dalam jangka pendek Program MBG berpotensi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama terkait akses terhadap makanan bergizi.

Selain itu program ini juga memberikan dampak ekonomi melalui serapan tenaga kerja pada SPPG dan UMKM mitra, peningkatan pendapatan relawan serta pekerja UMKM, serta pengurangan pengeluaran keluarga.

Dalam jangka panjang program ini juga dinilai berpotensi meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Asupan nutrisi yang baik diyakini dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal, termasuk perkembangan fisik, kecerdasan kognitif, kesehatan, serta partisipasi pendidikan.“Dengan nutrisi yang baik, anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sehingga di masa depan mampu berkontribusi positif terhadap pembangunan dan membantu meningkatkan kondisi ekonomi keluarga,” ujar Prof. Fentiny.

Meski demikian penelitian ini juga memberikan sejumlah rekomendasi untuk penguatan Program MBG ke depan. antara lain perlunya asesmen kebutuhan jenis menu bagi penerima manfaat, memperhatikan aspirasi anak dalam penentuan menu, serta memprioritaskan wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi sebagai sasaran program.

Selain itu perbaikan sarana dan prasarana makan yang berkualitas dan higienis juga dinilai penting. Penelitian ini juga merekomendasikan agar kantin sekolah yang terdampak program dapat didukung menjadi unit usaha yang memasok bahan baku bagi SPPG.

Dengan berbagai temuan dan rekomendasi tersebut, Program MBG diharapkan tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mampu mendorong penguatan ekonomi lokal dan pengurangan kemiskinan secara berkelanjutan.

Riset ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah (FGD), observasi, serta studi dokumen. Penelitian dilakukan di tiga wilayah, yakni Jakarta Timur, Depok, dan Tangerang Selatan.

  • Program MBG

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pasar-pasar Sepi Pengunjung, DPRD Banjarmasin Dorong Perlunya Penataan Ulang

Pasar-Pasar di Banjarmasin Makin Sepi? DPRD Minta Segera Ditata Ulang

Prakiraan Cuaca Jakarta Cerah Berawan pada Minggu (23/8), Suhu Capai 26 hingga 31 Derajat Celcius

Cuaca Jakarta Hari Minggu Ini: Cerah Berawan Siang hingga Malam

Hasil Liga Italia: Napoli Awali Musim Serie A dengan Taklukkan Genoa 2-0, De Bruyne Sumbang Gol

Inter Milan Pesta Gol! Monza Dibungkam 4-1 di Laga Pembuka

‘It Ends’: Backrooms Perjalanan di Pedalaman

Hasil Mengejutkan! Tottenham Hotspur Dibantai Brentford 0-3

Wow Fantastis! QRIS Makin Diminati, Pengguna di Sulsel Kini Tembus 1,5 Juta

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Kompleks Aeropolis Banjarbaru Mulai Mengungsi

Bayern Muenchen Buktikan Kelasnya, Juara Piala Super Jerman!

Gempa Cukup Kuat M 5,4 Guncang Sulteng, Perairan Pulau Puh Jadi Titik Episentrum

Situasi Makin Genting! Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla Dekat Bandara

Jakarta Perangi Tawuran! Pemprov DKI Pastikan Penanganan Dilakukan Berkelanjutan

Mengejutkan di Liga Inggris! Manchester United Dipermalukan Tim Promosi Hull City dengan Skor 0-2

KAI Palembang Tambah Kereta Eksekutif Saat Libur Maulid Nabi, Cek Jadwalnya!

Luar Biasa Indonesia Borong Medali! Tampil Gemilang di Kejuaraan Open Water Swimming Asia Tenggara

Wow Canggih Terobosan BRIN Ini! Inovasi Kayu Transparan dengan Memanfaatkan Bahan Organik

Melon Jadi Harapan Baru! Kelompok Tani di Kulon Progo Genjot Ketahanan Pangan

AS Kenakan Tarif 50 Persen untuk Barang Kanada Senilai US$20 Miliar, Ottawa Siapkan Balasan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.