Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

“Ini Biang Keroknya” Dedi Mulyadi Ungkap Penyebab Utama Keluhan Massal SPMB 2026 Jabar.

📅 Rabu, 10 Jun 2026, 09:21 WIB | Oleh:
“Ini Biang Keroknya” Dedi Mulyadi Ungkap Penyebab Utama Keluhan Massal SPMB 2026 Jabar. Doc: Antara Foto
Ket. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tengah mendengarkan keluhan warga di Kantor Disdik Jabar, Bandung, Selasa (9/6)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan kelalaian dinas teknis dalam pengembangan aplikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang dinilainya menjadi biang kerok munculnya gelombang keluhan dari ratusan ribu orang tua murid di Jabar.

Hal tersebut ditegaskan Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM saat turun langsung memantau proses pengaduan masyarakat dalam pelaksanaan SPMB Maung dan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Radjiman, Kota Bandung, Selasa.

"Ketentuan Gubernur seharusnya aplikasi tidak dibuat oleh Dinas Teknis. Aplikasi itu harus dibuat oleh Diskominfo atau terintegrasi oleh Diskominfo," ujar dia di depan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar Purwanto.

Dedi menilai, kekacauan yang dikeluhkan para orang tua siswa bukan bersumber dari regulasi penerimaan, melainkan akibat kecerobohan pengembang yang membangun aplikasi dari nol alih-alih menyempurnakan sistem yang sudah ada sebelumnya.

"Kalau menurut saya sih nggak ribet. Ini kan kalau sudah dari 340.000 ada beberapa problem yang disebabkan oleh teknis aplikasi, saya lihat. Seharusnya fitur yang sudah ada itu tinggal disempurnakan. Tetapi kalau saya melihat tadi bahwa dia membuat aplikasinya dari nol," katanya.

Guna menyudahi polemik digital ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dipastikan menggelar evaluasi teknologi secara menyeluruh.

Dedi langsung menginstruksikan pemanggilan pihak ketiga atau tim pengembang aplikasi guna dimintai pertanggungjawaban di tempat.

"Makanya hari ini saya ingin panggil yang menggunakan aplikasinya, yang membuatnya. Makanya saya mau panggil sekarang, ini teknis banget, nggak ada yang berat," tutur Dedi menegaskan sikapnya.

Selain masalah aplikasi, Dedi juga menyoroti manajemen pelaksanaan PCMB yang berjalan di luar skenario instruksinya, di mana proses pemetaan justru digelar berbarengan setelah proses SPMB Sekolah Maung.

"Saya awalnya minta PCMB ini digelar sebelum SPMB atau pada Maret 2026, tapi kenapa tidak dilakukan," ucapnya dengan nada tinggi mempertanyakan kinerja jajaran Disdik Jabar.

Untuk mengurai kepadatan massa yang membeludak, Pemprov Jabar memerintahkan agar posko pengaduan segera didesentralisasi ke satuan pendidikan masing-masing, sehingga masyarakat tidak perlu mendatangi Kantor Disdik Jabar di Bandung.

"Ini bisa selesai di sekolah masing-masing, kalau semua ke sini siapa yang mau menjawab," kata Dedi menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...

Sebuah Gudang Onderdil di Cengkareng Ludes Terbakar

29 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Sebuah Gudang Onderdil di C...
Megapolitan
Cari SIM Keliling Terdekat?...
Advertisement
Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

07 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.