Perang Timur Tengah Guncang Industri Penerbangan, Proyeksi Laba Global Anjlok 44 Persen
📅 Senin, 08 Jun 2026, 06:00 WIB | Oleh: AndesIATA memperkirakan tagihan bahan bakar industri penerbangan akan melonjak menjadi sekitar 350 miliar dolar AS tahun ini, naik dari sekitar 252 miliar dolar AS pada 2025. Biaya bahan bakar kini menyumbang hampir sepertiga dari total biaya operasional maskapai.
Kondisi tersebut menggerus keuntungan per penumpang. Maskapai kini diperkirakan hanya memperoleh laba sekitar 4,50 dolar AS per penumpang, atau sekitar setengah dari tingkat keuntungan tahun lalu.
Di sisi lain, IATA memperkirakan pendapatan industri penerbangan global akan meningkat 9,4 persen menjadi sekitar 1,16 triliun dolar AS tahun ini. Kenaikan tersebut didorong oleh permintaan perjalanan yang tetap stabil, tarif tiket yang lebih tinggi, serta bertambahnya pendapatan dari layanan tambahan seperti peningkatan kelas kursi dan layanan di dalam pesawat.
Sektor penerbangan juga masih menghadapi kekurangan armada pesawat. Keterlambatan pengiriman pesawat oleh Boeing dan Airbus memaksa maskapai mempertahankan penggunaan pesawat yang lebih tua dan kurang efisien dalam konsumsi bahan bakar, sehingga meningkatkan biaya perawatan dan menghambat upaya peningkatan margin keuntungan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!