Negara Teluk Gencarkan Pertahanan Udara Antisipasi Rudal Iran

Minggu, 07 Jun 2026, 21:58 WIB

ISTANBUL - Sistem pertahanan udara Kuwait menanggapi ancaman berbahaya rudal dan drone dari pihak lawan, sementara Bahrain telah membunyikan sirene dan mengimbau warga dan penduduk untuk segera menuju ke tempat aman terdekat, kata para pejabat pada Sabtu (6/6).

Di platform media sosial X, militer Kuwait menyatakan Staf Umum Angkatan Bersenjata telah mengonfirmasi bahwa setiap ledakan yang mungkin terdengar merupakan dampak dari aksi pertahanan udara yang mencegat target musuh.

Ket. Foto: — Sumber: AFP

"Masyarakat diimbau mematuhi instruksi keselamatan dan keamanan yang dikeluarkan oleh otoritas terkait," menurut pernyataan tersebut.

Kementerian Dalam Negeri Bahrain juga menulis di platform serupa bahwa sirene telah dibunyikan, kemudian warga diminta tetap tenang dan menuju tempat aman terdekat.

Ketegangan regional meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada akhir Februari hingga memicu rangkaian aksi saling balas dan memperluas ketidakstabilan di kawasan.

Sebagai aksi balasan, Iran melancarkan serangan terhadap Israel dan menargetkan negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS, sekaligus mengganggu pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur vital bagi pasokan energi global.

Gencatan senjata berlaku, meskipun upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan yang lebih luas masih terus berlanjut. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.