Tak Lagi Jalan Sendiri, Kemen UMKM Dorong Petani Bangun Kekuatan Lewat Kelompok Usaha

Rabu, 22 Jul 2026, 19:20 WIB

JAKARTA – Penguatan kelembagaan usaha tani secara berkelompok menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing sektor pertanian.

Melalui kelembagaan yang solid, petani dapat memperkuat posisi tawar, memperluas akses terhadap pembiayaan, teknologi, serta pasar, sekaligus meningkatkan efisiensi produksi.

Ket. Foto: Pelaksana Tugas Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Riza Damanik (tengah) melakukan tanam perdana jagung kemitraan UKRI di Jember, Jawa Timur, Selasa (21/7/2026). — Sumber: ANTARA/HO-Kementerian UMKM.

Pendekatan berbasis kelompok juga mendorong skala ekonomi yang lebih besar, sehingga usaha tani menjadi lebih produktif, berkelanjutan, dan mampu menghadapi tantangan perubahan iklim maupun dinamika pasar.

Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mendorong petani memperkuat kelembagaan usaha secara berkelompok guna membangun skala ekonomi yang lebih besar, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat kesejahteraan petani.

Pelaksana tugas Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Riza Damanik, dalam keterangan pers kementerian di Jakarta, Rabu, mengatakan penguatan kelembagaan menjadi salah satu upaya untuk mengatasi tantangan usaha pertanian yang selama ini banyak dijalankan dalam skala kecil.

"Tidak ada yang salah dengan lahan yang kecil. Yang perlu kita ubah adalah cara mengelolanya. Ketika petani berkelompok, mereka dapat membeli benih, pupuk, maupun sarana produksi secara bersama sehingga lebih efisien,” ujar Riza saat menghadiri kegiatan tanam perdana jagung di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (21/7).

Menurut dia, sektor pangan merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional.

Namun, ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi, tetapi juga harus diikuti dengan peningkatan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama sektor pertanian.

"Karena itu, berbagai kebijakan afirmatif pemerintah harus dimanfaatkan secara optimal agar mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani," katanya.

Riza mengatakan salah satu dukungan pemerintah diberikan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menyediakan akses pembiayaan dengan subsidi bunga. Petani dapat mengakses KUR hingga Rp100 juta tanpa agunan tambahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ia menegaskan pemerintah tidak memberikan toleransi apabila masih terdapat penyalur KUR yang meminta agunan tambahan untuk pembiayaan di bawah Rp100 juta.

"KUR merupakan instrumen afirmasi pemerintah untuk membantu petani mengembangkan usahanya. Pembiayaan hingga Rp100 juta tidak memerlukan agunan tambahan. Apabila masih ditemukan adanya permintaan agunan tambahan, masyarakat dapat melaporkannya kepada pemerintah," ujarnya.

Selain kemudahan pembiayaan, Riza menyampaikan KUR juga memberikan fleksibilitas pola pembayaran yang menyesuaikan karakteristik usaha pertanian.

Salah satunya melalui skema pembayaran setelah panen, sehingga petani dapat membayar cicilan sesuai dengan siklus produksi.

Lebih lanjut, ia menilai penguatan kelembagaan usaha petani juga penting untuk menciptakan efisiensi dalam rantai produksi dan meningkatkan daya saing.

Menurutnya, melalui kelompok usaha, petani dapat melakukan pengadaan sarana produksi secara bersama, memperluas akses pembiayaan, serta memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam pemasaran hasil pertanian.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.