Program Pembelajaran Sambil Bermain Dorong Lahirnya Generasi Cerdas dan Berkarakter di Gunungkidul
Rabu, 22 Jul 2026, 19:57 WIBJAKARTAÂ â Upaya menghadirkan proses pembelajaran yang lebih berkualitas dan menyenangkan bagi anak terus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, guru, orang tua, dan komunitas. Salah satunya diwujudkan melalui program âOreo Berbagi Seruâ yang resmi dimulai di SD Negeri Mentel 1, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Program yang digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional tersebut turut mendukung program âBocah Pinterâ yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Inisiatif ini memiliki tujuan yang sejalan, yakni mendorong peningkatan kualitas pendidikan sekaligus pengembangan kompetensi dan karakter anak melalui lingkungan belajar yang positif.
Program âOreo Berbagi Seruâ menggandeng Indonesia Mengajar sebagai mitra untuk memberikan kesempatan kepada 708 siswa sekolah dasar di Gunungkidul mengikuti rangkaian kegiatan edukasi. Program ini juga mendistribusikan berbagai alat pembelajaran yang dirancang untuk mendukung lahirnya Generasi SERU, yakni anak-anak yang memiliki karakter Solutif, Eksploratif, Responsif, dan Unggul.
Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Gunungkidul, Supriyanto, S.E., M.T., yang mewakili Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, mengatakan kolaborasi berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menghadirkan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak di daerah tersebut.
âPendekatan pembelajaran sambil bermain yang diterapkan dalam program tersebut diharapkan dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan sekaligus membantu mempersiapkan anak menghadapi tantangan masa depan,â ujarnya melalui siaran pers pada hari Rabu (22/7).
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga mengapresiasi keterlibatan guru, orang tua, dan komunitas dalam rangkaian program. Menurutnya, keberhasilan pendidikan membutuhkan dukungan dari berbagai elemen, mulai dari guru yang menjadi inspirasi di sekolah, orang tua sebagai pendamping di rumah, hingga masyarakat yang membangun lingkungan positif bagi anak.
Senior Marketing Manager Biscuit MondelÄz Indonesia, Kevin Stefano, mengatakan pendidikan menjadi salah satu bidang yang terus didukung melalui program âOreo Berbagiâ. Sejak 2024, program tersebut diarahkan untuk memberdayakan orang tua, guru, dan anak melalui kegiatan edukasi serta penyaluran donasi.
âProgram ini kami arahkan untuk mendukung upaya menghadirkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan menyenangkan secara lebih merata. Program tersebut juga menyasar upaya mempersempit kesenjangan pendidikan, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah marginal,â ungkapnya.
Mengembangkan Pembelajaran Sambil Bermain
Program ini mengadopsi pendekatan playful learning atau pembelajaran sambil bermain yang dinilai dapat membantu menciptakan proses belajar yang lebih aktif dan bermakna. Melalui kegiatan interaktif, anak didorong tidak hanya memahami materi, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi, dan bekerja sama.
Bersama Indonesia Mengajar, program tersebut mengembangkan 15 alat pembelajaran di bidang literasi, numerasi, sains, dan bahasa Inggris. Alat belajar tersebut dirancang menggunakan pendekatan bermain sambil belajar dan disesuaikan dengan kurikulum nasional.
Hingga akhir 2026, alat pembelajaran tersebut ditargetkan didistribusikan ke tujuh provinsi untuk mendukung proses belajar sekitar 7.000 siswa. Khusus di Gunungkidul, sebanyak 270 alat pembelajaran akan dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar 708 siswa sekolah dasar.
Selain distribusi alat pembelajaran, program ini juga menghadirkan School Roadshow berupa kegiatan edukasi untuk memperkenalkan konsep playful learning serta cara memanfaatkan alat belajar di sekolah maupun di rumah.
Gunungkidul menjadi kabupaten kelima yang dikunjungi program tersebut setelah Kabupaten Lebak di Banten, Pangandaran di Jawa Barat, Tulang Bawang Barat di Lampung, dan Purworejo di Jawa Tengah.
Rangkaian kegiatan di Gunungkidul berlangsung pada 22-25 Juli 2026. Sebanyak 35 guru, 70 orang tua, dan 35 anggota komunitas dijadwalkan mengikuti pelatihan yang dikemas secara interaktif.
Program tersebut juga dinilai sejalan dengan inisiatif âGunungkidul Smart Teachingâ yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pelatihan bagi guru, kepala sekolah, pengawas, dan praktisi pendidikan.
Guru SD Negeri Mentel 1, Endah Setyorini, mengatakan pelatihan yang diikutinya memberikan inspirasi untuk menghadirkan proses belajar yang lebih interaktif. Menurut dia, guru tidak hanya perlu memastikan siswa memahami materi pelajaran, tetapi juga membangun rasa antusias, percaya diri, dan keberanian untuk mencoba.
âMelalui pelatihan âOreo Berbagi Seruâ, kami mendapatkan banyak inspirasi baru untuk menghadirkan proses belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan, di mana anak-anak bisa belajar sambil bermain, berdiskusi, dan mengeksplorasi ide-ide mereka,â ujarnya melalui
Dukungan terhadap pembelajaran yang menyenangkan juga dinilai perlu dilakukan di lingkungan keluarga. Perwakilan orang tua siswa, Suryani, mengatakan pelatihan tersebut memberikan inspirasi bagi orang tua untuk menciptakan aktivitas belajar yang lebih menarik dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di rumah.
Ia berharap pendekatan tersebut dapat membuat anak lebih bersemangat belajar, berani mencoba hal-hal baru, dan menikmati proses pembelajaran.
Melalui program ini, penyelenggara berharap kolaborasi antara guru, orang tua, komunitas, dan pemerintah dapat terus diperkuat untuk mendukung perkembangan anak. Program tersebut juga diharapkan dapat berkontribusi terhadap lahirnya lebih banyak anak yang memiliki kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, dan siap menghadapi perubahan di masa depan.
Selain melalui kegiatan edukasi, masyarakat juga dapat berpartisipasi dalam mendukung program tersebut melalui pembelian produk Oreo. Sebagian keuntungan penjualan akan dikonversikan menjadi donasi untuk mendukung penyelenggaraan program pendidikan tersebut.
- Pendidikan Indonesia
- Orang Tua
- Gunungkidul
- Numerasi
- Pendidikan Anak
- Pendidikan Berkualitas
- literasi
- Pendidikan Dasar
- generasi muda
- Hari Anak Nasional
- guru
- sekolah dasar
- Pembelajaran Sambil Bermain
- Playful Learning
- Bocah Pinter
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Penerbit Deepublish Gelar Bedah Buku untuk Perkuat Dialog Akademik tentang Pendidikan Keagamaan
-
Menyambut Hari Anak Nasional, Baby Happy Perluas Gerakan Anti Ruam ke 50.000 Ibu dan Bayi Demi Lindungi Hak Anak Tumbuh Optimal.
-
Pelaku Pasar Butuh Kepastian Arah Kebijakan dari BI dan Pemerintah
-
Tren Properti Bergeser, Minat Sewa Rumah Lampaui Pembelian
-
41 Mahasiswa Indonesia Timur Ditempa Jadi Calon Pemimpin Lewat Program Beasiswa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.