BMKG Kembali Ingatkan Potensi Kekeringan pada Kemarau 2026, Terutama Wilayah Jateng bagian Selatan
Kamis, 07 Mei 2026, 13:27 WIBCILACAP - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia termasuk Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan saat musim kemarau tahun 2026 yang diprakirakan lebih kering dibandingkan kondisi normal.
âPrakiraan musim kemarau tahun ini sifat curah hujan di bawah normal, sehingga perlu perhatian dan antisipasi khusus oleh instansi terkait terutama terhadap daerah-daerah rawan kekeringan,â kata Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Kamis (7/5).
Ia mengatakan berdasarkan data yang dirilis Stasiun Klimatologi Semarang, awal musim kemarau di sejumlah wilayah Jateng bagian selatan, salah satunya Kabupaten Cilacap diprakirakan terjadi pada dasarian kedua Mei atau pertengahan Mei 2026.
Khusus wilayah pesisir tenggara Kabupaten Cilacap seperti Kecamatan Binangun dan Nusawungu, musim kemarau diprediksi datang lebih awal pada dasarian pertama Mei.
Menurut dia, durasi musim kemarau di Kabupaten Cilacap diprediksi berlangsung selama 14-18 dasarian atau sekitar 140-180 hari dengan puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026.
Selain Cilacap, prakiraan musim kemarau juga berlaku di sejumlah daerah lain di wilayah selatan Jawa Tengah seperti Banyumas, Purbalingga, dan Kebumen.
Di Kabupaten Banyumas, awal musim kemarau diperkirakan terjadi bertahap mulai dasarian pertama bulan Mei di wilayah tenggara, dasarian kedua Mei di wilayah barat daya dan selatan, hingga dasarian kedua Mei di wilayah utara dan tengah.
Durasi musim kemarau di Banyumas diprakirakan berlangsung antara 11-18 dasarian dengan sifat musim kemarau di bawah normal atau lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologis.
Sementara itu di Kabupaten Purbalingga, awal musim kemarau diprediksi mulai dasarian pertama Juni di wilayah utara dan dasarian kedua Juni di wilayah barat laut serta selatan dengan durasi sekitar 12 dasarian atau 120 hari.
Adapun di Kabupaten Kebumen, awal musim kemarau diprakirakan mulai dasarian pertama Mei di wilayah tenggara dan selatan, sedangkan wilayah utara dan tengah diperkirakan memasuki musim kemarau pada dasarian kedua Juni.
Teguh mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat mulai melakukan langkah antisipasi untuk menghadapi dampak musim kemarau, terutama terkait ketersediaan air bersih, potensi kekeringan lahan pertanian, dan ancaman kebakaran lahan.
Ia juga meminta masyarakat terus memantau perkembangan informasi cuaca dan iklim yang disampaikan BMKG guna mendukung upaya mitigasi selama musim kemarau 2026.
- BMKG
- Jateng Bagian Selatan
- Musim Kemarau 2026
- Potensi Kekeringan
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Cuaca Hari Ini, Hujan Petir Berpeluang Melanda Tanjungpinang Kepri dan Banjarmasin Kalsel
-
Sequis Life Hadirkan Sequis Center Medan, Tingkatkan Layanan Nasabah
-
Jantung Mau Copot, Amri/Nita Singkirkan Jepang Lewat Drama Skor Afrika
-
Hasil FIFA Series 2026: Bulgaria Bantai Kepulauan Solomon 10-2
-
Penajam Gandeng Swasta Optimalkan Wilayah Penyangga
-
Hasil Sidang Isbat Idulfitri 2026: Jadwal Pengumuman 1 Syawal 1447 H
-
Sesosok Mayat Laki-laki dengan Luka di Leher di Jombang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.