Blackout 48 Jam di Pulau Karimun, Warga Keluhkan Listrik Belum Pulih

Rabu, 22 Jul 2026, 19:00 WIB

KARIMUN – Pasokan listrik di Pulau Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, masih belum sepenuhnya pulih setelah mengalami pemadaman total (blackout) selama lebih dari 48 jam. Gangguan tersebut dipicu kebakaran pada salah satu unit mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) pada Senin (20/7) sekitar pukul 17.00 WIB.

Dikutip dari KepriHeadline, kebakaran pada mesin pembangkit menyebabkan sistem kelistrikan Pulau Karimun lumpuh. Hingga Rabu (22/7), proses pemulihan masih dilakukan secara bertahap, namun sejumlah wilayah masih mengalami pemadaman.

Ket. Foto: Kebakaran pada gardu pembagi jaringan dan kerusakan mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). — Sumber: Istimewa

Pemadaman berkepanjangan itu memicu kekecewaan warga. Pada Senin malam, puluhan masyarakat mendatangi Kantor PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjung Balai Karimun di Jalan Sei Ayam untuk meminta penjelasan terkait padamnya listrik yang berlangsung berjam-jam.

Aksi warga baru berakhir sekitar pukul 04.00 WIB setelah aparat Polres Karimun bersiaga di lokasi guna mengantisipasi situasi yang tidak diinginkan. Hingga Selasa pagi, personel kepolisian masih berjaga di depan kantor PLN sebagai langkah antisipasi apabila kembali terjadi penyampaian aspirasi dari masyarakat.

Pemadaman listrik yang telah berlangsung lebih dari dua hari berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat, pelayanan publik, hingga kegiatan usaha.

"Saya punya warung makan. Bahan makanan di kulkas mulai khawatir rusak karena listrik mati terlalu lama. Kami berharap PLN bisa segera menormalkan listrik dan memberikan kepastian kepada masyarakat," kata Andi, salah seorang warga Karimun.

Keluhan serupa disampaikan Siti. Menurutnya, pemadaman membuat aktivitas rumah tangga terganggu karena cuaca panas dan pasokan air ikut terhenti akibat pompa listrik tidak dapat digunakan.

"Semalaman kami tidak bisa tidur karena cuaca panas. Air juga sulit karena pompa tidak bisa digunakan. Yang kami harapkan hanya informasi yang jelas kapan listrik benar-benar normal," ujarnya.

Dampak pemadaman juga dirasakan di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Eva, salah seorang pegawai RSUD, mengatakan rumah sakit kini menjadi tempat berlindung sementara bagi sejumlah keluarga yang mencari lokasi dengan fasilitas listrik cadangan.

"Sudah gerah sekali karena AC tidak hidup. Banyak keluarga yang datang ke rumah sakit sambil membawa anak-anak dan orang tua mereka untuk mencari tempat yang lebih nyaman. Kami berharap listrik segera kembali normal karena kondisi ini juga mengganggu pelayanan," ujar Eva.

Hingga berita ini diturunkan, sebagian wilayah di Pulau Karimun masih mengalami pemadaman. Blackout yang telah berlangsung sekitar 48 jam tersebut mengganggu aktivitas masyarakat, pelayanan publik, komunikasi, hingga roda perekonomian di daerah itu. Warga berharap pasokan listrik segera dipulihkan secara menyeluruh dan PLN memberikan kepastian mengenai proses normalisasi sistem.

Sebelumnya, PLN menyampaikan bahwa gangguan terjadi akibat kebakaran pada salah satu unit mesin PLTD yang menjadi bagian dari sistem kelistrikan Pulau Karimun. Perusahaan menyatakan proses perbaikan dan pemulihan terus dilakukan secara bertahap agar pasokan listrik dapat kembali normal secepat mungkin.

Dalam pemberitahuannya kepada pelanggan, PLN juga menyampaikan permohonan maaf atas gangguan tersebut.

"Yth. Seluruh pelanggan PLN ULP Tanjung Balai Karimun. Mohon maaf yang sebesar-besarnya. Untuk saat ini sistem kelistrikan Karimun mengalami blackout karena salah satu perangkat kami mengalami kebakaran," tulis PLN dalam pengumuman resminya.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Andes

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.