Tetap Cerdas di Era Cashless, Ini Cara Menikmati Kemudahan Jajan Tanpa Menguras Dompet
Rabu, 22 Jul 2026, 19:43 WIBJAKARTA â Pembayaran tanpa uang tunai atau cashless kini semakin melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Penggunaannya tidak lagi terbatas pada transaksi belanja online, tetapi telah meluas ke berbagai aktivitas di toko, gerai makanan, hingga warung konvensional.
Data Ovo menunjukkan perubahan pola transaksi tersebut. Pada 2021, sekitar 68 persen transaksi Ovo masih berlangsung melalui platform online. Namun, pada 2025, mayoritas transaksi justru terjadi secara offline di toko, gerai, maupun warung konvensional dengan porsi mencapai 69 persen.
Perubahan tersebut salah satunya terlihat pada transaksi kategori makanan dan minuman atau Food & Beverage (F&B). Transaksi di merchant F&B offline tercatat meningkat hingga 590 persen sepanjang 2021 hingga 2025.
Hingga Mei 2026, transaksi QRIS Ovo pada kategori F&B juga didominasi transaksi bernominal kecil. Berbagai jajanan yang umum ditemui di sekitar rumah maupun tempat kerja, seperti pentol, paket nasi ayam, crepes, es krim, hingga kopi kekinian, menjadi bagian dari aktivitas transaksi pengguna.
Pengguna Ovo QRIS tercatat rata-rata melakukan transaksi hampir delapan kali dalam sebulan. Tingginya frekuensi transaksi menunjukkan bahwa pembayaran digital telah menjadi bagian dari rutinitas masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan baru dalam mengelola keuangan. Transaksi bernilai kecil yang dilakukan berulang kali berpotensi membuat pengeluaran menumpuk tanpa disadari.
Fenomena ini berkaitan dengan konsep psikologi keuangan yang dikenal sebagai pain of paying, yakni rasa tidak nyaman ketika seseorang mengeluarkan uang. Dalam transaksi digital yang berlangsung cepat dan praktis, seperti memindai kode QR atau melakukan pembayaran hanya dengan beberapa sentuhan, uang yang dikeluarkan terasa kurang nyata dibandingkan ketika menggunakan uang tunai.
Kondisi tersebut dapat mendorong seseorang lebih mudah melakukan pembelian. Karena itu, diperlukan kesadaran untuk menerapkan mindful spending atau kebiasaan berbelanja secara sadar.
Konsep mindful spending bukan berarti seseorang harus berhenti jajan atau menghindari promo. Prinsip ini lebih menekankan pentingnya memastikan setiap transaksi dilakukan sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.
Untuk mendorong kebiasaan tersebut, OvoFinTalk berkolaborasi dengan Finansialku menggelar diskusi bertajuk "Bijak di Era Cashless: Membangun Kebiasaan Finansial yang Lebih Cerdas dan Aman di Era Digital".
Perencana Keuangan sekaligus Founder Finansialku.com, Melvin Mumpuni, S.T., MBA., CFP®, QWP®, mengatakan ekosistem pembayaran digital memang dirancang untuk memberikan kemudahan kepada pengguna. Namun, kemudahan teknologi tetap perlu diimbangi dengan kesadaran dalam mengelola keuangan.
"Masyarakat tetap bisa menikmati kemudahan pembayaran digital dan memanfaatkan promo, selama hal itu dilakukan dengan prinsip mindful spending atau belanja secara sadar. Salah satu caranya adalah menerapkan langkah Atur, Aman, dan Awasi," ujar Melvin melalui keterangannya pada hari Rabu (22/7).
Atur Pengeluaran dan Bedakan Kebutuhan
Langkah pertama adalah mengatur pengeluaran sejak awal. Di era cashless, transaksi bernilai kecil sering kali terasa ringan karena proses pembayaran berlangsung cepat. Namun, jika tidak dibatasi, pengeluaran untuk jajan, kopi, makanan ringan, dan kebutuhan lainnya dapat terakumulasi dalam jumlah besar.
Karena itu, masyarakat disarankan memisahkan anggaran kebutuhan pokok dan uang jajan. Batas pengeluaran dapat ditentukan berdasarkan kebutuhan harian, mingguan, maupun bulanan.
Pengguna juga dapat menerapkan batas maksimal pengisian saldo dompet digital dalam periode tertentu. Cara ini dapat membantu menjaga pengeluaran agar tetap sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan.
Selain itu, penting untuk memberikan jeda sebelum melakukan transaksi. Konsumen dapat bertanya kepada diri sendiri apakah pembelian tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya muncul karena dorongan sesaat, stres, tren, maupun pengaruh lingkungan.
Dengan membangun kebiasaan tersebut, kemudahan transaksi digital tetap dapat dinikmati tanpa kehilangan kendali atas pengeluaran.
Aman Bertransaksi dan Jangan Mudah Tergoda Promo
Selain mengatur anggaran, keamanan menjadi aspek penting dalam penggunaan layanan pembayaran digital.
Pengguna perlu menjaga keamanan akun dan data pribadi dengan tidak membagikan kata sandi, PIN, kode OTP, maupun informasi akun kepada pihak lain. Masyarakat juga perlu mewaspadai kode pembayaran palsu dan tautan penipuan yang dapat mengancam keamanan transaksi.
Kebiasaan bertransaksi secara aman juga berkaitan dengan kemampuan mengendalikan keputusan belanja. Promo dan cashback dapat memberikan manfaat jika digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang memang telah direncanakan.
Sebaliknya, promo sebaiknya tidak dijadikan alasan untuk membeli barang atau jasa yang sebenarnya tidak diperlukan.
Dalam paparan Finansialku pada diskusi OvoFinTalk 2026 yang merujuk pada data Investpcro bertajuk "The State of Impulse Buying - Statistics & Trends 2025", disebutkan bahwa 84 persen konsumen pernah melakukan pembelian impulsif.
Pembelian impulsif dapat dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari FOMO atau rasa takut tertinggal tren, pengaruh lingkungan sosial, hingga kondisi emosional seperti stres, kecemasan, dan kebosanan.
"Karena itu, promo dan cashback sebaiknya dimanfaatkan secara bijak. Promo dapat membantu pengguna berhemat, tetapi sebaiknya digunakan untuk kebutuhan yang memang sudah direncanakan, bukan menjadi alasan untuk membeli sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan," kata Melvin.
Awasi Riwayat Transaksi dan Bangun Kebiasaan Menabung
Langkah ketiga adalah mengawasi pola pengeluaran secara berkala. Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan adalah memeriksa riwayat transaksi untuk mengetahui ke mana saja uang digunakan.
Melalui riwayat transaksi pada aplikasi pembayaran digital, pengguna dapat mengevaluasi kebiasaan belanja. Dari sana, pengguna bisa melihat kategori pengeluaran yang paling sering dilakukan, periode ketika pengeluaran meningkat, serta transaksi yang sebenarnya masih dapat dikurangi.
Pengecekan dapat dilakukan secara berkala, misalnya setiap akhir pekan. Dengan cara tersebut, transaksi kecil yang sebelumnya terasa tidak signifikan dapat terlihat secara lebih menyeluruh ketika diakumulasikan.
Selain mengawasi pengeluaran, masyarakat juga dapat mulai membangun kebiasaan menyisihkan uang secara rutin.
Salah satu layanan yang dapat digunakan adalah Ovo Nabung by Superbank, yang menggabungkan kemudahan dompet digital dengan manfaat tabungan digital dalam satu aplikasi.
Layanan tersebut tercatat telah memiliki lebih dari 2,3 juta pengguna hingga Juni 2026. Pengguna dapat tetap memanfaatkan saldo untuk kebutuhan transaksi harian sekaligus menyimpan dana dengan manfaat tabungan digital, termasuk bunga hingga 5 persen per tahun, bebas biaya top up, serta berbagai promo dan cashback sesuai ketentuan yang berlaku.
"Dengan memanfaatkan riwayat transaksi dan fitur menabung digital seperti Ovo Nabung by Superbank, dompet digital tidak hanya digunakan untuk membayar, tetapi juga dapat membantu pengguna membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat," ujar Asep Haekal, Head of Strategy, Integrated Marketing Communication, Transport, Ovo & Bank.
Pada akhirnya, penggunaan pembayaran cashless dapat memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan kebiasaan mengelola keuangan secara disiplin.
Melalui prinsip Atur, Aman, dan Awasi, pengguna dapat tetap menikmati transaksi digital dengan lebih bijak. Mulai dari menetapkan batas pengeluaran, menjaga keamanan transaksi, hingga memeriksa riwayat belanja dan membangun kebiasaan menabung.
Dengan pengelolaan yang tepat, kemudahan pembayaran digital tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun kondisi keuangan yang lebih sehat dalam jangka panjang.
- cashless
- OVO
- Transaksi Digital
- Dompet Digital
- QRIS
- cashback
- Promo
- Keamanan Digital
- literasi keuangan
- Gaya hidup digital
- Pembayaran Digital
- Tips Keuangan
- Keuangan Pribadi
- Mindful Spending
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Ratusan Aparat dan Pengusaha Belajar Kelola Keuangan Tanpa Ketergantungan Utang
-
Jerman Percepat Penguatan Militer di Tengah “Ancaman Russia”
-
Kartu Kredit Edisi Resmi FIFA World Cup 2026 Hadir untuk Penggemar Sepak Bola Indonesia
-
Modena Pay, Kartu Kredit dan Debit untuk Gaya Hidup Digital
-
Survei Ipsos: Keamanan Jadi Faktor Utama Masyarakat Memilih Bank Digital
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.