Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Merajut Kesejahteraan dari Abon Lele di Sudut Magetan

📅 Minggu, 07 Jun 2026, 21:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Merajut Kesejahteraan dari Abon Lele di Sudut Magetan Doc: ANTARA/ HO-Diskominfo Kab Magetan
Ket. Anggota BUMDesma Dewi Laksmi Kartoharjo Magetan, Jawa Timur mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas poroduksi abon ikan lele guna untuk memenuhi gizi pangan dan mendongkrak perekonomian daerah.

MAGETAN – Di tengah upaya memperkuat ekonomi keluarga di pedesaan, Kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP) Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Dewi Laksmi di Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menghadirkan langkah kreatif dengan mengolah ikan lele menjadi abon bernilai jual tinggi.

Berawal dari semangat para perempuan untuk mencari sumber pendapatan tambahan, usaha ini berkembang menjadi kegiatan produktif yang tidak hanya memanfaatkan potensi lokal, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi anggota kelompok.

Melalui proses pengolahan yang sederhana namun inovatif, ikan lele yang selama ini lebih banyak dijual dalam bentuk segar kini diubah menjadi produk olahan yang memiliki daya simpan lebih lama dan nilai ekonomi lebih tinggi.

Hasilnya, para anggota memperoleh tambahan pendapatan sekaligus meningkatkan keterampilan kewirausahaan.

Di balik gurihnya abon lele yang dihasilkan, tersimpan kisah tentang kemandirian perempuan desa yang terus berupaya memperkuat kesejahteraan keluarga melalui usaha bersama dan pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.

Plh Direktur BUMDesma Dewi Laksmi Kartoharjo Nanang di Magetan, Minggu (7/6), mengatakan diversifikasi usaha pembuatan abon dari bahan ikan lele tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan ibu-ibu anggota dalam mengolah komoditas lokal untuk menjadi produk bernilai jual tinggi yang muaranya menambah keuntungan.

"Selama ini SPP identik dengan simpan pinjam saja. Sekarang kita dorong agar ibu-ibu punya skill usaha. Abon lele ini dipilih karena bahan bakunya melimpah di Magetan dan pangsa pasarnya jelas," ujar Nanang.

Menurutnya pengembangan usaha tersebut didorong dengan pelatihan peningkatan kapasitas pembuatan abon ikan lele yang diikuti puluhan anggota SPP dari berbagai desa se-Kecamatan Kartoharjo.

Nanang menjelaskan bahwa program itu juga merupakan langkah nyata untuk menggeser paradigma lama. Ia ingin anggota SPP tidak sekadar fokus pada urusan utang-piutang, melainkan terdorong untuk produktif berwirausaha.

Melalui pelatihan peningkatan kapasitas produksi tersebut para peserta diajak mempraktikkan langsung proses pembuatan abon lele, mulai dari pemilihan bahan, pengukusan, peracikan bumbu, menggoreng, pengeringan minyak, hingga teknik pengemasan agar produk tahan lama.

"Lele di sini (Magetan) melimpah, sayang kalau hanya dijual mentah. Jika diolah jadi abon, nilai jualnya bisa naik 3 hingga 4 kali lipat. Kuncinya ada pada takaran bumbu dan proses penggorengan agar awet tanpa bahan pengawet," kata dia.

Tak hanya soal produksi, peserta juga dibekali materi manajemen kelompok dan strategi pemasaran. Ia menilai tantangan terbesar UMKM pedesaan ada pada pengemasan dan konsistensi pasar.

Kepala Desa Sukowidi Tarmuji menyatakan bahwa pemerintah desa setempat yang ikut memiliki andil di BUMDes memberikan dukungan dan apresiasi atas inisiatif BUMDesma Dewi Laksmi.

"Pemberdayaan perempuan melalui sektor UMKM seperti ini terbukti efektif dalam menopang ekonomi keluarga. Kami berharap ilmu yang didapat dari pelatihan benar-benar dipraktikkan di rumah, sehingga lahir rintisan usaha baru di desa," kata Tarmuji.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Campak Menggila di AS hingg...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.