FIFA Longgarkan Aturan Botol Minum di Piala Dunia 2026 Setelah Menuai Gelombang Kritik
📅 Minggu, 07 Jun 2026, 00:30 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraPara ahli kesehatan menilai angka tersebut dapat meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga gangguan kesehatan yang lebih serius bagi pemain maupun penonton.
Kekhawatiran serupa juga muncul saat penyelenggaraan Piala Dinia Antarklub 2025 di Amerika Serikat tahun lalu. Kala itu, banyak suporter mengeluhkan suhu yang sangat panas, sementara mereka juga tidak diperbolehkan membawa botol air minum ke dalam stadion.
Sebagai langkah antisipasi, FIFA menyatakan akan menyediakan berbagai fasilitas pendukung di area stadion, termasuk stasiun penyemprot kabut air (misting stations), kipas pendingin, titik pengisian air minum, serta tenda pendingin.
Selain itu, air minum kemasan tetap akan dijual di dalam stadion dengan harga yang, menurut FIFA, disesuaikan dengan standar harga pada berbagai acara lain yang rutin diselenggarakan di masing-masing venue.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski demikian, keputusan untuk tetap melarang botol isi ulang berbahan keras kemungkinan masih akan menjadi perdebatan di kalangan pendukung lingkungan hidup. Mereka menilai penggunaan botol sekali pakai bertentangan dengan upaya mengurangi limbah plastik dalam ajang olahraga berskala global.
Dengan Piala Dunia 2026 yang akan menjadi turnamen terbesar dalam sejarah dengan 48 peserta dan 104 pertandingan, isu kenyamanan serta keselamatan penonton diperkirakan akan terus menjadi perhatian utama menjelang kick-off kompetisi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!