Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

600 Hektare Sawah di Nagan Raya Kering, Petani Terancam Gagal Panen

📅 Minggu, 07 Jun 2026, 07:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
600 Hektare Sawah di Nagan Raya Kering, Petani Terancam Gagal Panen Doc: Antara
Ket. Areal sawah petani di Desa Kuta Makmue, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh mengalami kekeringan akibat kemarau dan tidak ada suplai air. Hingga Sabtu (6/6) seluas 600 Ha lebih sawah petani di daerah tersebut mengalami kekeringan dan berpotensi meluas.

Nagan Raya - Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh mencatat hingga saat ini sekitar 600 hektare lebih lahan sawah milik petani di Kecamatan Kuala dan Suka Makmue, mengalami kekeringan akibat kemarau.

"Kekeringan yang terjadi di sejumlah desa di Nagan Raya akibat penurunan debit air yang signifikan pada saluran irigasi serta minim nya curah hujan bagi kawasan tadah hujan," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kabupaten Nagan Raya, Marzuki, Sabtu (6/6).

Ada pun sebaran sawah yang saat ini mengalami kekeringan di Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, Aceh tersebar di 11 desa/gampong diantaranya Desa Ujong Pasi (105 Ha), Alue Ie Mameh (80,25 Ha), Simpang Peut (76,5 Ha), Blang Muko (73 Ha), Blang Bintang (51,2 Ha).

Kemudian Desa Ujong Patihah (48 Ha), Cot Kumbang (45 Ha), Blang Baro (40 Ha), Kuta Makmue (35 Ha - tadah hujan), serta Ujong Sikuneng (29,5 Ha) dan Pulo Ie (15,75 Ha).

Kekeringan juga terjadi di Kecamatan Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya, Aceh meliputi Desa Seumambek dengan luas lahan kekeringan mencapai 30,34 Ha, serta Desa Macah dengan luasan mencapai 68,38 Ha.

Marzuki mengatakan kedua desa tersebut termasuk ke dalam kategori lahan sawah tadah hujan, sehingga sangat rentan terhadap musim kemarau karena tidak memiliki sumber air alternatif yang memadai.

Ia menjelaskan, kondisi ini menyebabkan tanaman padi milik warga mulai menunjukkan gejala layu, pertumbuhan terhambat, hingga berpotensi mengalami penurunan produksi secara drastis jika tidak segera ditangani.

​"Saluran irigasi saat ini mengalami penurunan debit air yang cukup parah sehingga kebutuhan air tanaman padi tidak terpenuhi. Kami terus memantau pergerakan dampaknya di lapangan agar bisa segera diambil tindakan penyelamatan," kata Marzuki.

Sebagai solusi mengatasi persoalan kekeringan ini, Distannak Kabupaten Nagan Raya telah melakukan sejumlah langkah diantaranya melakukan pengaturan giliran air pada wilayah pemanfaatan irigasi yang persediaan airnya terbatas.

Kemudian melakukan gotong-royong bersama masyarakat untuk membersihkan endapan atau hambatan di saluran irigasi, termasuk sudah mengusulkan bantuan pompa air serta pencarian sumber air alternatif (sumur bor dangkal).

​Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan optimalisasi pintu air dan pengecekan sepanjang jaringan irigasi untuk mencegah kebocoran air, serta melakukan pendataan secara berkala terhadap luas lahan yang terdampak.

​Pemerintah daerah berharap dengan adanya sinergi yang kuat antara petugas penyuluh lapangan (PPL), kelompok tani, dan instansi terkait, ancaman gagal panen massal di Kabupaten Nagan Raya dapat diminimalisasi dengan baik, demikian Marzuki.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

51 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.