Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Mesti Waspada, 6-12 April Jabar Diterjang Hujan

📅 Senin, 06 Apr 2026, 12:52 WIB | Oleh:
Warga Mesti Waspada, 6-12 April Jabar Diterjang Hujan Doc: ist
Ket. waspada hujan deras

BANDUNG – Warga Jabar diminta mencermati kondisi cuaca untuk sepekan ke depan yang berpotensi wilayah Jabar diterjang hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di wilayah Jawa Barat dalam sepekan ke depan dari 6 hingga 12 April 2026.

Kepala BMKG Stasiun Bandung Teguh Rahayu mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa fenomena dinamika atmosfer, di antaranya pada gelombang tipe rossby ekuatorial memberikan pembentukan terhadap awan hujan.

“Diperkirakan pada sepekan ke depan umumnya cuaca berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang antara siang sore dan malam hari,” kata Teguh di Bandung, Senin.

Oleh karena itu, Teguh meminta masyarakat, khususnya di wilayah Jabar untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.

Teguh menjelaskan kondisi labilitas atmosfer yang berada pada kategori labil ringan hingga kuat juga turut mengindikasikan adanya peluang pertumbuhan awan konvektif pemicu cuaca ekstrem.

Berdasarkan hasil analisis model cuaca global hingga lokal dan data observasi, BMKG menyimpulkan potensi hujan lebat dan angin kencang dapat terjadi dalam durasi singkat pada sejumlah wilayah Jabar.

Teguh mengatakan pihaknya juga mengeluarkan beberapa rekomendasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah terkait potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan memperbarui informasi cuaca resmi dari BMKG. Pahami potensi bencana di lingkungan sekitar dan segera lakukan langkah pengurangan risiko,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan dalam menghadapi masa peralihan musim kemarau ke musim hujan tahun ini, masyarakat diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, angin kencang, dan kilat yang mungkin terjadi secara tiba-tiba.

“Masyarakat diharapkan mengenali potensi bencana di lingkungannya dan mulai memahami cara mengurangi risiko bencana tersebut, misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan, bergotong royong menjaga kebersihan dan menata lingkungan sekitarnya,” katanya.

Dengan adanya dinamika tersebut, BMKG memprakirakan akan ada hujan sangat lebat disertai kilat hingga petir sampai 12 April 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...

Kano Sprint Loloskan Dua Wakil ke Final

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kano Sprint Loloskan Dua Wa...
Megapolitan
Tangerang Masuk Zona Merah ...
Megapolitan
JFW Bagian Penting Jakarta ...
Olahraga
Marselino Gabung Persija, M...
Nasional
Pelaku Usaha Dorong Optimal...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.