Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Diet Cuma Andalkan Makanan Rebus? Dokter Bongkar Kesalahan yang Sering Dilakukan

📅 Selasa, 29 Sep 2026, 01:55 WIB | Oleh:
Diet Cuma Andalkan Makanan Rebus? Dokter Bongkar Kesalahan yang Sering Dilakukan Doc: Antara foto
Ket. Dokter spesialis gizi klinik, dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK (kanan) bersama Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan intervensi, dr. Bobby Arfhan Anwar, Sp.JP (K), FIHA (kiri) dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (28/9).

JAKARTA - Dokter spesialis gizi klinik lulusan Universitas Indonesia dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK menyebut diet sehat tidak cukup hanya dengan sekadar mengonsumsi makanan rebusan saja.

“Boleh makan rebusan mungkin kalau di pagi lebih mudah. Tapi saya selalu rekomendasikan kalau bisa tetap lengkap. Ada proteinnya," kata Juwalita dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Juwalita yang kini praktik di Rumah Sakit Pusat Pertamina itu menyampaikan makanan rebusan dapat menjadi salah satu pilihan, terutama pada pagi hari. Namun, ia mengingatkan agar menu tetap dilengkapi dengan sumber protein.

Hal ini dikarenakan menu seperti kentang, ubi, singkong, dan jagung tidak dengan sendirinya memenuhi kebutuhan protein.

Dia menekankan tubuh juga membutuhkan asupan protein seperti telur, edamame atau tahu yang dikukus. Selain protein, lemak juga tetap dibutuhkan saat seseorang menjalani diet.

“Jadi lemak tetap kita perlukan. Jadi gak selamanya harus makanannya itu blend hanya rebus-rebusan, kemudian tanpa lemak, tanpa minyak sama sekali,” ujarnya.

Juwalita menambahkan minyak tetap dapat digunakan dalam makanan, tetapi dalam batas yang wajar. Sementara itu, konsumsi makanan yang seluruhnya dimasak dengan cara deep fried (digoreng dengan banyak minyak) tidak dianjurkan.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan intervensi lulusan Universitas Andalas dr. Bobby Arfhan Anwar, Sp.JP (K), FIHA menambahkan bahwa untuk hidup dengan sehat, tiap individu perlu memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi.

"Kita perlu memperhatikan apa yang kita makan dan minum. Rendah gula, rendah lemak, rendah garam. Apalagi di usia 30-an, jangan samakan dengan anak-anak yang lebih muda," kata Bobby.

Faktor lain yang akan mendukung tubuh menjadi lebih sehat menurutnya adalah menghirup udara yang bersih dengan menjauhi penyebab polusi udara atau asap rokok dan vape, rajin berolahraga dan menerapkan gaya hidup aktif seperti berjalan kaki atau kardio, menjaga jam tidur dan mengelola stres.

Seluruh faktor itu, katanya, tidak hanya akan berkaitan dengan kesehatan tubuh, tetapi juga menjaga kondisi jantung dan mencegah terkena obesitas atau kegemukan.

"Kalau ada kegemukan itu pada umumnya terjadi ketika faktor-faktor itu tidak seimbang, akhirnya kita menjadi gemuk dan gemuk itulah yang nanti berdistribusi menyebabkan penyakit jantung," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Nasional
KKP Bangun 5 Kampung Nelaya...
Daerah
Wajah Kota Medan Bakal Beru...

Paus Leo XIV Desak Eropa Bersatu

32 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Paus Leo XIV Desak Eropa Be...

Serangan Russia Meningkat, Delapan Orang Tewas

41 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Serangan Russia Meningkat, ...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.