Pemkot Cimahi Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Berbasis Pengembangan SDM
📅 Sabtu, 06 Jun 2026, 08:59 WIB | Oleh: Tim PenulisCIMAHI – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, Jawa Barat, memperkuat ekosistem industri ekonomi kreatif melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang ditopang oleh dominasi penduduk usia produktif dari total populasi.
Sekretaris Daerah Kota Cimahi, Maria Fitriana, di Cimahi, Jumat (05/6),mengatakan bahwa dominasi penduduk dengan usia produktif pada 390,27 ribu orang menjadi modal utama dalam pengembangan sektor kreatif di wilayahnya.
“Penguatan ekosistem industri kreatif di Cimahi sangat ditopang oleh potensi SDM, di mana sekitar 67,3 persen penduduk kita berada pada usia produktif. Ini menjadi modal utama pengembangan sektor kreatif,” ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa pembangunan ekosistem industri kreatif di Kota Cimahi telah dilakukan sejak 2009 melalui penguatan sistem inovasi daerah yang menjadi fondasi pengembangan sektor kreatif, khususnya animasi dan media digital.
Menurut dia, salah satu infrastruktur utama yang dikembangkan adalah Baros Information Technology and Creative(BITC) yang diresmikan pada 2012 dan berfungsi sebagai pusat inkubasi, pelatihan, serta ruang kerja bersama bagi pelaku industri kreatif, termasuk sektor animasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Sejak 2009 kami membangun fondasi ekosistem ini melalui sistem inovasi daerah. Fasilitas yang ada saat ini merupakan hasil pengembangan jangka panjang untuk mendukung industri kreatif,” ujarnya.
Dalam perkembangannya, BITC menjadi simpul ekosistem industri animasi di Cimahi yang melibatkan komunitas, studio kreatif, serta pelaku usaha berbasis teknologi digital.
Sekda menyebut Kota Cimahi saat ini memiliki empat subsektor unggulan ekonomi kreatif, yakni makanan dan minuman, kerajinan, tekstil dan produk tekstil, serta animasi dan media kreatif yang berkembang sebagai identitas daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejumlah kajian juga mencatat ekosistem industri animasi Cimahi telah melahirkan lebih dari 20 hingga 30 studio kreatif aktif, dengan output produksi mencapai ribuan karya animasi dan konten digital yang dipasarkan melalui berbagai platform.
Selain itu, hasil pengembangan program inkubasi ekosistem kreatif juga mencatat nilai ekonomi sekitar Rp1,2 miliar dari satu program penguatan industri kreatif berbasis komunitas dan studio lokal.
Pada kesempatan tersebut, pihaknya menjelaskan bahwa pemkot Cimahi juga mengembangkan berbagai program pelatihan, kompetisi, pameran, serta kolaborasi lintas komunitas untuk meningkatkan kapasitas SDM di sektor animasi dan industri kreatif.
“Penguatan ekosistem ini kami arahkan agar pelaku industri kreatif dapat lebih kompetitif dan memiliki akses pasar yang lebih luas,” tutupnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!