Sirene Meraung di IT Semarang, Simulasi Darurat Pertamina Uji Ketangguhan Hadapi Tumpahan Minyak dan Kebakaran Laut
📅 Jumat, 05 Jun 2026, 16:40 WIB | Oleh: Henri pelupessySEMARANG – Suara sirene memecah suasana di kawasan operasional Integrated Terminal (IT) Semarang. Dalam hitungan detik, petugas berlarian menuju titik kejadian. Sebagian mengamankan area, sementara yang lain bergerak membawa perlengkapan keselamatan dan peralatan penanggulangan tumpahan minyak.
Di perairan dekat kawasan mangrove Tambakrejo, tim tanggap darurat segera membentangkan oil boom untuk mencegah penyebaran minyak. Tak lama kemudian, kepulan asap muncul dari sebuah kapal nelayan yang digambarkan terbakar setelah puntung rokok memicu api di sekitar lokasi insiden.
Petugas penyelamat bergerak cepat. Dengan perlengkapan keselamatan laut, korban berhasil dievakuasi sebelum mendapatkan pertolongan medis dan dibawa menuju fasilitas penanganan lanjutan.
Beruntung, seluruh rangkaian kejadian tersebut hanyalah simulasi.
Namun bagi puluhan personel yang terlibat, skenario yang dijalankan dibuat sedekat mungkin dengan kondisi nyata agar setiap unsur memahami peran dan tanggung jawabnya saat menghadapi keadaan darurat sesungguhnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Simulasi Keadaan Darurat Terintegrasi yang digelar PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah itu menjadi ajang menguji kesiapsiagaan personel sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menghadapi berbagai risiko operasional.
Skenario dimulai dari gangguan berupa overpressure* pada jalur penerimaan bahan bakar di IT Semarang yang menyebabkan penghentian sementara operasi. Situasi kemudian berkembang menjadi kebocoran pada block valve di kawasan Hutan Mangrove Tambakrejo hingga fasilitas Single Point Mooring (SPM) 50.000 DWT.
Dalam hitungan menit, Tim Emergency Response diterjunkan untuk mengendalikan situasi. Area terdampak langsung diisolasi, sementara langkah-langkah mitigasi dilakukan guna mencegah dampak lingkungan yang lebih luas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan simulasi keadaan darurat merupakan bagian penting dari upaya membangun budaya keselamatan di lingkungan operasional perusahaan.
Menurutnya, keberhasilan penanganan keadaan darurat tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan peralatan, tetapi juga kemampuan seluruh pihak untuk berkoordinasi dan berkomunikasi secara efektif di tengah situasi yang penuh tekanan.
"Pada saat keadaan darurat yang sebenarnya, hal yang terpenting adalah koordinasi dan komunikasi antara semua pihak yang terlibat. Dalam situasi darurat, penanganan bisa menjadi lebih rumit apabila koordinasi tidak berjalan baik karena semua pihak berada dalam kondisi panik," ujarnya.
Karena itu, latihan seperti ini terus dilakukan secara berkala agar pola komunikasi dan pengambilan keputusan dapat berjalan cepat, tepat, dan efisien ketika menghadapi kondisi sebenarnya.
"Melalui simulasi ini, kami ingin memastikan seluruh personel memahami peran dan tanggung jawabnya dalam menghadapi kondisi darurat," kata Taufiq.
Kolaborasi Lintas Instansi
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!