Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Peringatkan Potensi Tumpahan Minyak di Laut Merah dari Kapal Tanker yang Diserang Houthi

📅 Minggu, 25 Agu 2024, 09:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS Peringatkan Potensi Tumpahan Minyak di Laut Merah dari Kapal Tanker yang Diserang Houthi Doc: Inquirer/AFP
Ket. Gambar yang diambil dari video yang dirilis pada tanggal 23 Agustus 2024 oleh Pusat Media Huthi Ansarullah Yaman, menunjukkan kapal tanker minyak milik Yunani, Sounion, yang dilaporkan terkena tiga proyektil pada tanggal 21 Agustus 2023.

WASHINGTON - Amerika Serikat memperingatkan hari Sabtu (24/8) tentang potensi bencana lingkungan di Laut Merah setelah kelompok Houthi menyerang sebuah kapal tanker minyak di lepas pantai Yaman.

Kapal Sounion yang berbendera Yunani diserang pada hari Rabu (21/8) di lepas pantai kota pelabuhan Hodeida yang dikuasai Houthi. Kelompok yang didukung Iran itu mengklaim telah menyerang kapal tersebut dengan pesawat tak berawak dan rudal.

Pada hari Jumat, badan maritim UKMTO mengatakan tiga kebakaran telah terlihat di kapal, sementara sebuah video yang dirilis Houthi di media sosial diduga menunjukkan tiga ledakan di kapal.

Kapal sepanjang 274 meter itu berangkat dari Irak menuju pelabuhan dekat Athena, membawa 150.000 ton minyak mentah.

"Serangan berkelanjutan Houthi mengancam akan menumpahkan satu juta barel minyak ke Laut Merah, jumlah yang empat kali lebih besar dari bencana Exxon Valdez," kata Matthew Miller, Menteri Luar Negeri AS, dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (24/8).

Tumpahan Exxon Valdez pada tahun 1989 melepaskan 257.000 barel di sepanjang pantai Alaska.

"Meskipun awak kapal telah dievakuasi, pihak Houthi tampaknya bertekad untuk menenggelamkan kapal dan muatannya ke laut," kata Miller.

Awak kapal Sounian yang terdiri dari 23 warga negara Filipina dan dua warga negara Russia diselamatkan oleh kapal misi Aspides Uni Eropa.

Misi angkatan laut juga memperingatkan bahwa kapal tak berawak tersebut merupakan "bahaya navigasi dan lingkungan."

Houthi melancarkan kampanye mereka melawan pelayaran internasional pada bulan November, dengan mengatakan hal itu dilakukan untuk mendukung Gaza di tengah perang Israel-Hamas.

Pada bulan Maret, Rubymar yang berbendera Belize dan dioperasikan oleh Lebanon menjadi kapal pertama yang menjadi sasaran tenggelamnya Huthi selama konflik tersebut.

Rubymar tenggelam di Laut Merah dengan 21.000 metrik ton pupuk amonium fosfat sulfat di dalamnya.

Kapal pengangkut barang curah milik Yunani, Tutor, yang berbendera Liberia, juga tenggelam pada bulan Juni setelah diserang oleh Huthi.

Banyak pelaut terbunuh atau terluka dalam serangan tersebut, yang telah sangat mengganggu pelayaran global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.