Hujan Masih Berpeluang Terjadi di Wilayah Jateng Bagian Selatan
📅 Jumat, 05 Jun 2026, 17:37 WIB | Oleh: Tim PenulisCilacap - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap menyebutkan hujan masih berpeluang terjadi di wilayah Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan meskipun sebagian besar daerah telah menunjukkan tanda-tanda memasuki musim kemarau.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Jumat, mengatakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih tercatat di sejumlah wilayah Jateng selatan, terutama di Kabupaten Banyumas.
"Berdasarkan pantauan di beberapa pos pengamatan curah hujan, masih terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada 4 Juni 2026. Curah hujan yang tercatat di beberapa pos berkisar antara 16-20 milimeter per hari," katanya.
Menurut dia, hujan yang terjadi di Banyumas pada Kamis (4/6) dipicu oleh faktor lokal berupa pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di sekitar wilayah tersebut.
Dalam hal ini, kata dia, pertumbuhan awan konvektif tersebut menyebabkan terjadinya hujan setempat meskipun secara umum kondisi atmosfer mulai mengarah pada musim kemarau.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan wilayah Cilacap, Banyumas, dan sekitarnya yang merupakan bagian dari Jateng selatan saat ini telah memperlihatkan sejumlah ciri musim kemarau, antara lain suhu udara pada pagi hari yang mulai terasa lebih dingin dibandingkan biasanya.
Selain itu, lanjut dia, pada siang hari sinar matahari terasa lebih terik karena tutupan awan semakin sedikit sehingga radiasi matahari dapat langsung mencapai permukaan bumi.
"Dari pantauan arah angin juga sudah mulai dominan dari arah timuran yang merupakan salah satu karakteristik musim kemarau," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan hasil pencatatan curah hujan selama Mei 2026 menunjukkan wilayah Cilacap bagian barat yang meliputi Dayeuhluhur, Wanareja, Majenang, dan Cimanggu serta wilayah Kota Cilacap secara umum masih mencatat curah hujan lebih dari 150 milimeter per bulan sehingga masih tergolong musim hujan.
Sementara itu, kata dia, wilayah lain di Kabupaten Cilacap telah mencatat curah hujan kurang dari 150 milimeter per bulan.
“Bahkan, Kecamatan Binangun menjadi wilayah dengan curah hujan terendah, yakni 53 milimeter per bulan,” katanya.
Menurut dia, kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Banyumas dan sekitarnya.
Ia mengatakan sejumlah wilayah Banyumas seperti Banteran, Jatilawang, Cikidang, dan Lumbir mencatat curah hujan kurang dari 150 milimeter per bulan.
Bahkan, kata dia, wilayah Sumpiuh tercatat hanya menerima curah hujan 41 milimeter selama Mei 2026 dengan lima hari hujan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!