Burung Langka Indonesia yang Hilang Hampir Seabad Akhirnya Ditemukan Kembali di Pulau Buru
📅 Kamis, 04 Jun 2026, 06:00 WIB | Oleh: Andes"Anda harus memiliki alasan yang sangat kuat, atau mungkin sedikit nekat, untuk mencoba mencapai puncak itu. Burung ini adalah alasan kami melakukannya," katanya.
Setelah satu pekan penuh perjuangan, keberhasilan mengabadikan burung yang selama ini menjadi target utama para pengamat burung dunia itu menjadi momen yang sangat emosional bagi tim.
Saat ini nuri biru depan masih berstatus Data Deficient atau minim data dalam Daftar Merah IUCN. Pada 2024, spesies tersebut juga masuk dalam daftar "spesies hilang" yang disusun program Search for Lost Birds.
Kekayaan Hayati
Sebaiknya Anda baca juga:
Para peneliti menilai penemuan kembali ini merupakan langkah awal yang sangat penting untuk mengetahui ukuran populasi, habitat, serta berbagai ancaman yang mungkin dihadapi spesies tersebut di alam liar.
"Penemuan seperti ini merupakan langkah pertama untuk bisa melindunginya," kata Mittermeier.
Bagi tim ekspedisi, keberhasilan menemukan kembali nuri biru depan menjadi pengingat bahwa masih banyak kekayaan hayati luar biasa yang tersembunyi di alam Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Di tengah banyaknya berita negatif, momen penemuan seperti ini mengingatkan kita betapa indahnya dunia yang masih kita miliki," ujar Eaton.
Ia menambahkan bahwa burung kecil tersebut telah hidup di Pulau Buru jauh sebelum manusia datang ke wilayah itu.
"Burung kecil berwarna hijau ini sudah ada jauh sebelum manusia menginjakkan kaki di pulau tersebut. Mereka memiliki hak untuk hidup di sana sama besarnya, bahkan mungkin lebih besar, daripada kita," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!