Kroasia dan Belgia Menguji Warisan Generasi Emas
📅 Selasa, 02 Jun 2026, 06:32 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraRIJEKA, KROASIA – Ketika Kroasia dan Belgia bertemu dalam laga persahabatan internasional di Stadion Rujevica, Rijeka, Rabu (3/6) dini hari WIB, pertandingan itu lebih dari sekadar agenda pemanasan menjelang Piala Dunia 2026. Di balik laga dua kekuatan Eropa tersebut tersimpan pertanyaan besar yang selama bertahun-tahun membayangi kedua tim. Mampukah generasi terbaik yang pernah mereka miliki akhirnya menuntaskan misi yang selalu terhenti beberapa langkah sebelum garis akhir.
Dalam dua dekade terakhir, Kroasia dan Belgia menjadi simbol keberhasilan negara berpopulasi relatif kecil yang mampu bersaing dengan raksasa sepak bola dunia. Namun hingga kini keduanya masih menempati kategori yang sama. Kuat dan disegani tetapi belum pernah mencapai puncak tertinggi.
Kroasia setidaknya memiliki catatan yang lebih mengilap. Dalam delapan tahun terakhir mereka berhasil mengoleksi dua medali perak dan satu medali perunggu dari turnamen internasional besar. Final Piala Dunia 2018 di Russia menjadi pencapaian terbesar mereka sebelum kembali naik podium dengan menempati peringkat ketiga pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Di sela-sela itu Kroasia juga mencapai final UEFA Nations League.
Kesuksesan tersebut identik dengan sosok Zlatko Dalic. Pelatih yang mulai menangani tim nasional Kroasia sejak 2017 itu berhasil mengubah Kroasia menjadi salah satu tim paling konsisten di level internasional. Ketika banyak negara mengalami pergantian generasi yang sulit, Kroasia tetap mampu menjaga daya saing.
Kini Dalic kembali dipercaya memimpin perjalanan menuju Piala Dunia 2026 setelah membawa tim asuhannya melewati babak kualifikasi dengan catatan nyaris sempurna. Tujuh kemenangan dan satu hasil imbang dari delapan pertandingan menjadi bukti bahwa Kroasia masih memiliki kualitas untuk bersaing dengan siapa pun.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami ingin menggunakan setiap pertandingan sebagai bagian dari proses menuju Piala Dunia. Belgia adalah lawan yang memiliki kualitas dan pengalaman yang sangat tinggi sehingga laga ini menjadi ujian yang ideal bagi kami,” ujar Dalic.
Pelatih berusia 59 tahun itu menegaskan bahwa fokus utamanya bukan sekadar hasil akhir. Dia ingin melihat perkembangan struktur permainan yang akan menjadi fondasi tim pada putaran final tahun depan.
“Kami sedang mengembangkan beberapa opsi taktik baru. Para pemain harus mampu beradaptasi dengan berbagai situasi pertandingan. Saya ingin melihat bagaimana tim bereaksi menghadapi tekanan dari lawan sekelas Belgia,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kroasia akan memulai petualangan mereka di Piala Dunia dengan menghadapi Inggris pada tanggal 17 Juni mendatang dalam Grup L yang juga dihuni Panama dan Ghana. Sebelum itu Dalic ingin memastikan seluruh elemen tim berada dalam kondisi terbaik.
Hasil uji coba pada bulan Maret lalu memberikan gambaran yang beragam. Kroasia sempat menunjukkan karakter kuat saat bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Kolombia 2-1. Namun beberapa hari kemudian mereka takluk 1-3 dari Brasil.
Meski kalah dari tim asuhan Carlo Ancelotti, Kroasia tetap menunjukkan bahwa mereka masih memiliki fondasi yang kokoh. Kekalahan tersebut bahkan menjadi yang pertama setelah sembilan pertandingan tanpa kekalahan.
Di sisi lain Belgia datang dengan beban yang berbeda. Selama bertahun-tahun mereka disebut sebagai generasi emas yang gagal memenuhi potensi. Nama-nama seperti Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, Thibaut Courtois dan Eden Hazard pernah diproyeksikan membawa Belgia menjadi juara dunia atau Eropa. Namun kenyataannya tidak pernah demikian.
Kegagalan lolos dari fase grup Piala Dunia 2022 menjadi pukulan telak. Dua tahun kemudian perjalanan mereka di Piala Eropa 2024 juga berakhir prematur di babak 16 besar. Hasil tersebut memperkuat anggapan bahwa era terbaik Belgia telah berlalu tanpa menghasilkan trofi.
Tanggung jawab membangun kembali optimisme kini berada di tangan Rudi Garcia. Mantan pelatih Lyon dan Napoli itu mulai menunjukkan perkembangan positif meski belum sepenuhnya meyakinkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!