Menpar Ajak Masyarakat Jadikan Waisak Momentum Perkuat Nilai Kebajikan
📅 Senin, 01 Jun 2026, 17:39 WIB | Oleh: OpikJAKARTA - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (BE) sebagai momentum memperkuat nilai-nilai kebajikan yang relevan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Di hari yang penuh berkah dan hikmah ini, kita kembali diingatkan pada esensi luhur Hari Suci Waisak. Nilai-nilai universal yang terkandung di dalamnya bukan sekadar fondasi spiritual, melainkan juga kompas moral yang menuntun kita untuk hidup dalam kedamaian, ketenteraman, dan cinta kasih tanpa batas. Keberagaman dan toleransi adalah identitas sekaligus kekuatan sejati Indonesia,” ujar Menpar Widiyanti dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin (1/6).
Menpar mengatakan, peringatan Waisak tahun ini yang mengusung tema “Dharma Sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan” mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Waisak sebagai momentum refleksi diri, mempererat persaudaraan, serta menjaga kelestarian alam demi mewujudkan kehidupan yang damai dan harmonis.
Puncak Perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak berlangsung di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada Minggu (31/5) diikuti dengan pelepasan 2.570 lampion tidak hanya oleh umat Buddha tetapi juga wisatawan yang menjadi salah satu momen yang paling dinantikan dan sarat makna.
Pelepasan lampion melambangkan penerangan kehidupan, pelepasan energi negatif, penyampaian doa, serta harapan baik untuk terciptanya kehidupan yang damai dan penuh kebijaksanaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perayaan tahunan yang diselenggarakan oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) dan Majelis Agama Buddha Mahanikaya Indonesia (MBMI) tersebut mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Ketua Umum DPP WALUBI, Hartati Murdaya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Perayaan Waisak tahun ini.
“Dukungan tersebut memberikan harapan besar bagi terwujudnya kehidupan beragama yang harmonis, rukun, dan damai sehingga pembangunan bangsa dapat terus berjalan dengan baik,” tutur Hartati
Sebaiknya Anda baca juga:
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang hadir didamingi Menpar menyampaikan perayaan Waisak di Borobudur tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga simbol kuat bahwa Indonesia merupakan rumah bersama yang menjunjung tinggi perdamaian, menghargai keberagaman, serta mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan bangsa.
Wapres menilai Indonesia sebagai bangsa besar membutuhkan persatuan dan perdamaian sebagai modal utama dalam pembangunan. Nilai-nilai luhur Buddha seperti cinta kasih (Metta), kasih sayang (Karuna), dan kebijaksanaan (Panna) dinilai sangat relevan dalam menjawab berbagai tantangan kehidupan yang semakin kompleks.
“Untuk itu, mari kita wariskan kepada anak dan cucu kita Indonesia yang lebih rukun, lebih adil, lebih sejahtera, dan lebih bermartabat,” ucap Wapres.
Hadir pula Menteri Agama Nasaruddin Umar yang mengungkapkan Indonesia saat ini berada pada tingkat kerukunan yang sangat baik. Berdasarkan data Kementerian Agama, Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) nasional tercatat berada di atas 76 persen.
“Angka ini merefleksikan bahwa secara makro kohesi sosial dan toleransi antarumat beragama di Indonesia berada dalam kondisi yang sangat sehat. Angka itu harus dapat bertransformasi menjadi kedaulatan moral,” kata Nasaruddin.
Melalui peringatan Waisak, Menag berharap setiap individu mampu membangun perdamaian dalam dirinya, karena perdamaian dunia berawal dari kedamaian yang tumbuh di dalam diri masing-masing.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!