Dukung Pengembangan Komoditas Lokal, FAO Dorong Pengembangan Pisang Kirana Lumajang dengan Teknologi GIES

Jumat, 29 Mei 2026, 10:45 WIB

LUMAJANG – Pemanfaatan pangan lokal meminimalkan ketergantungan pasokan dari luar daerah atau impor. Ini juga mendukung gerakan diversifikasi pangan yang sangat baik untuk kesehatan.

Dengan fokus pada produk unggulan, pendapatan masyarakat setempat akan meningkat, menciptakan lapangan kerja baru, dan memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ket. Foto: Pisang mas Kirana di Lumajang, Jawa Timur. — Sumber: ANTARA/HO-Diskominfo Lumajang

Komoditas yang khas (seperti yang dilindungi melalui Indikasi Geografis) menjaga reputasi dan keaslian warisan daerah agar tidak punah dan dikenal lebih luas.

Food and Agriculture Organization atau Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB ) mendorong pengembangan Pisang Mas Kirana di Kabupaten Lumajang dengan teknologi Geographical Indications, Environment and Sustainability (GIES).

"Dukungan teknologi GIES diarahkan untuk memperkuat perlindungan produk khas daerah sekaligus meningkatkan keterlacakan asal produk melalui pemanfaatan teknologi sensor, internet of things (IoT), dan big data," kata Kepala Perwakilan FAO Indonesia, Rajendra Aryal dalam keterangan diterima di Lumajang, Jawa Timur, Kamis (28/5).

Pengembangan komoditas lokal dinilai tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga perlu didukung penguatan kualitas, perlindungan identitas produk, serta penerapan pertanian berkelanjutan agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

"Melalui teknologi ini, data lingkungan geografis asli dapat dihubungkan dengan produk, komunitas, dan konsumen menggunakan sensor internet (IoT) dan big data,” tuturnya.

Menurut dia, sistem tersebut tidak hanya membantu konsumen mengetahui asal produk secara lebih jelas, tetapi juga menjadi langkah perlindungan terhadap indikasi geografis agar produk khas lokal tidak mudah disalahgunakan atau dipalsukan.

Selain penguatan teknologi, FAO juga mendorong penerapan praktik pertanian berkelanjutan melalui pendekatan ilmiah dan partisipatif guna menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal.

Sementara Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan bahwa pengembangan Pisang Mas Kirana menjadi bagian penting dalam penguatan ekonomi masyarakat sekaligus identitas daerah.

"Harapan terhadap Pisang Mas Kirana bagi Lumajang sangat besar. Komoditas itu bukan sekadar buah, tetapi sudah menjadi penggerak ekonomi, identitas daerah, dan peluang masa depan bagi masyarakat Lumajang,” ujarnya.

Menurut dia, penerapan Sekolah Lapang Good Agricultural Practices (SL-GAP) menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas petani dalam menerapkan praktik pertanian yang aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Ia menilai penguatan kualitas budidaya dan penanganan pascapanen menjadi faktor penting agar produk lokal memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar yang semakin kompetitif.

Saat ini, Pisang Mas Kirana menjadi salah satu komoditas unggulan Kabupaten Lumajang dengan sentra pengembangan di Kecamatan Senduro, Pasrujambe, dan Gucialit. Pada tahun 2025, luas pengembangannya mencapai 409 hektare dengan produksi sekitar 368 ton per tahun.

Melalui dukungan teknologi GIES dan penguatan praktik pertanian berkelanjutan, Pemkab Lumajang berharap Pisang Mas Kirana tidak hanya berkembang sebagai produk unggulan daerah, tetapi juga mampu memperkuat posisi produk lokal Lumajang dalam rantai pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Raja Norwegia, Harald V, Wafat pada Usia 89 Tahun

Telin Buka Empat Kerja Sama Strategis di BATIC 2026, Perkuat Konektivitas Digital Global

Pelaku Pembuang Air Aki ke Sungai Diidentifikasi dan Akan Ditindak Tegas DLHK Depok

Pemkot Tangsel Perketat Pengawasan Pergudangan Taman Tekno Menyusul Digulungnya Sindikat Uang Palsu

Gubernur Pramono Kukuhkan Fauzi Bowo Sebagai Ketua Dewan Adat dan Kebudayaan Betawi

Soal Pejabat BI Baru, OJK: Makin Banyak Perempuan di Posisi sStrategis

Polres Lumajang Bantu Padamkan Karhutla di Gunung Semeru dengan Kayu dan Ranting Pohon

Atasi Kekeringan dan Polusi Udara, Pemprov DKI dan BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Belitung Diprakirakan BMKG Berpotensi Alami Musim Kemarau hingga November 2026

Kemenag Sulut Tingkatkan Kompetensi Guru PAI Baca Al-Qur'an

Pemkot Tangerang Perkuat Akses Pendidikan hingga Program Kesetaraan Guna Cegah Anak Putus Sekolah

Viral di Depok, Mobil Pick up Buang Muatan Air Aki ke Sungai

OutSystems Perluas Solusi AI untuk Percepat Proses Kredit Perbankan

Kredit Fiktif Bank BUMN Rugikan Negara Rp4,9 Miliar, Dua Tersangka Ditahan Kejati Jateng

Mau Piknik? Inilah Lima Lokasi Favorit Pilihan Keluarga di Kota Tangerang

Bukan karena Demonstrasi, Ini Rekayasa Lalu Lintas Saat Merdeka Run 2026 Sabtu Besok

Animo Tinggi! 10.000 Pelari Bakal 'War' Jalur 8K di Ajang Merdeka Run 2026

Tepung Singkong jadi Pemadam Kebakaran, Ini Risetnya

KKP Dorong 65 Kampung Nelayan Merah Putih Kembangkan Unit Usaha

Pertamina Kirim 2 Kapal Tanker ke Bali Angkut 24,2 Juta Liter Pertalite Perkuat Stok Pulau Dewata

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.