Swedia dan Misi Berat Menembus Grup F Piala Dunia 2026 yang Ketat
📅 Kamis, 28 Mei 2026, 06:20 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraPARIS - Tim nasional Swedia datang ke Piala Dunia 2026 dengan status yang tidak biasa. Setelah nyaris gagal total di babak kualifikasi, Swedia justru berhasil merebut tiket ke putaran final melalui jalur playoff dan kini bertekad memaksimalkan kesempatan kedua mereka di Amerika Utara.
Dipimpin pelatih asal Inggris Graham Potter, Swedia akan menghadapi tantangan berat di Grup F bersama Belanda, Jepang dan Tunisia.
Meski demikian, Swedia tetap percaya diri mampu melanjutkan tradisi lolos ke fase gugur dalam empat penampilan terakhir mereka di Piala Dunia.
Perjalanan mereka menuju turnamen ini terbilang dramatis. Swedia gagal memenangi satu pun pertandingan grup di babak kualifikasi dan hanya mengumpulkan dua poin dari enam laga hingga finis di dasar klasemen. Hasil buruk itu membuat pelatih sebelumnya, Jon Dahl Tomasson, dipecat pada Oktober lalu.
Namun, performa mereka di UEFA Nations League membuka peluang tampil di playoff. Kesempatan itu dimanfaatkan dengan baik setelah Swedia menyingkirkan Ukraina sebelum mengalahkan Polandia 3-2 lewat laga dramatis.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami adalah tim yang terluka dalam banyak hal. Tetapi sepak bola bisa berubah sangat cepat. Kadang situasi paling gelap datang sebelum fajar,” ujar Potter.
Pelatih yang pernah sukses bersama klub Swedia Ostersunds FK itu mengambil alih tim nasional tak lama setelah berpisah dengan West Ham United.
Potter kini mencoba membangun kembali mental tim dengan menghapus rasa takut dan menanamkan keberanian dalam permainan Swedia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Harapan besar Swedia bertumpu pada duet penyerang tajam mereka, Alexander Isak dan Viktor Gyokeres.
Gyokeres mulai menemukan performa terbaiknya bersama Arsenal dan menjadi pahlawan kemenangan dramatis atas Polandia setelah sebelumnya mencetak hattrick melawan Ukraina.
Sementara itu, Isak masih berusaha mencapai kondisi fisik terbaik setelah musim perdananya bersama Liverpool terganggu cedera usai pindah dari Newcastle United.
Gelandang muda Lucas Bergvall mengakui perjalanan Swedia beberapa bulan terakhir sangat berat.
“Musim gugur lalu menjadi salah satu periode tergelap bagi kami. Tetapi setelah kemenangan atas Ukraina, kami melihat cahaya di ujung terowongan dan bermain jauh lebih baik sebagai tim,” katanya.
Swedia akan memulai kiprahnya melawan Tunisia di Guadalupe, Meksiko, pada 14 Juni sebelum menghadapi Belanda di Houston enam hari kemudian. Laga terakhir grup mempertemukan mereka dengan Jepang di Arlington, Texas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!