Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Kabupaten Berau Lestarikan Tradisi Leluhur untuk Menarik Wisatawan

📅 Senin, 25 Mei 2026, 11:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Kabupaten Berau Lestarikan Tradisi Leluhur untuk Menarik Wisatawan Doc: ANTARA
Ket. Menumbuk padi di lesung, bagian dari Festival Budaya Lesung Osap yang digelar Kampung Bena Baru, Berau, Kaltim, setiap tahun bersamaan dengan musim panen padi.

BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), bersama masyarakat berkomitmen melestarikan tradisi leluhur sebagai salah satu langkah menarik wisatawan, karena selain keindahan alam mulai laut hingga pegunungan yang indah, wisata budaya juga diminati turis.

"Untuk itu, kami mengapresiasi masyarakat mulai kampung hingga perkotaan yang terus melestarikan adat dan budaya lokal masing-masing, karena selain sebagai upaya mempertahankan warisan leluhur juga untuk menarik wisatawan," ujar Asisten I Sekretaris Pemkab Berau, Hendratno, di Berau, Senin (25/5).

Salah satunya pelestarian adat dan budaya yang dikemas dalam Festival Budaya Lesung Osap yang digelar asyarakat Kampung Bena Baru, Kecamatan Sambaliung, pada 21 hingga 23 Mei 2026.

Festival Lesung Osap merupakan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Kampung Bena Baru, sebagai bentuk ucapan syukur atas hasil pertanian yang diperoleh setiap tahun.

"Saya terima kasih kepada masyarakat dan para tokoh adat yang terus menjaga budaya agar tetap lestari hingga saat ini. Kegiatan budaya seperti Lesung Osap tidak hanya menjaga tradisi leluhur, tetapi juga menjadi daya tarik wisata budaya di Kabupaten Berau," katanya.

Untuk itu, lanjutnya, budaya seperti ini harus terus dijaga dan dilestarikan. Selain menjadi identitas masyarakat, kegiatan ini juga memiliki potensi besar untuk mendukung sektor pariwisata daerah.

"Kampung Bena Baru merupakan salah satu pusat komunitas dari Suku Dayak terbesar di Kabupaten Berau. Bena Baru masih kuat mempertahankan adat dan budaya hingga sekarang. Ini harus mendapat apresiasi," ujar Hendratno.

Sedangkan rangkaian dalam festival ini pada hari pertama kegiatan diisi dengan pembukaan festival, olahraga tradisional, dan pertunjukan seni budaya.

Hari kedua dilanjutkan dengan berbagai perlombaan olahraga tradisional dan pentas seni, sementara hari terakhir difokuskan pada syukuran pascapanen dan penutupan Festival Lesung Osap.

Salah satu penampilan utama pada pembukaan festival adalah tarian kolosal yang menggambarkan perjalanan kehidupan masyarakat Dayak Kenyah dalam bercocok tanam padi, mulai dari membuka lahan, menanam, merawat hingga masa panen dan ungkapan rasa syukur.

Rangkaian tarian tersebut terdiri dari Kancet Ajai yang menggambarkan semangat membuka lahan dan bekerja keras, kemudian Ledek, tentang membersihkan lahan, serta Nogan yang menceritakan proses menanam padi secara gotong royong.

Berikutnya adalah penyajian Tari Majau, menggambarkan panen bersama, tari Datun menjadi simbol rasa syukur atas hasil panen, dilanjutkan Mejung Lesung, menggambarkan aktivitas mengangkat lesung sebagai alat tradisional pengolahan padi, ditutup dengan Mecaq Ontad, menggambarkan tradisi menumbuk padi di lesung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Luar Negeri
Berenang di Danau, Bocah 8 ...
DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.