IHSG Hari Ini Menghijau, Pasar Bertaruh pada Meredanya Konflik AS-Iran
📅 Senin, 25 Mei 2026, 17:20 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengikuti kenaikan bursa Asia menunjukkan bahwa sentimen global masih menjadi penggerak utama pasar saham domestik.
Harapan tercapainya perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mendorong optimisme investor terhadap meredanya ketegangan geopolitik, terutama terkait stabilitas pasokan energi dan jalur perdagangan dunia.
Kondisi ini membuat pelaku pasar kembali masuk ke aset berisiko seperti saham setelah sebelumnya cenderung berhati-hati akibat kekhawatiran konflik berkepanjangan.
Selain memperbaiki sentimen pasar, harapan perdamaian juga berpotensi menekan volatilitas harga minyak global yang selama ini menjadi salah satu sumber kekhawatiran investor.
Bagi Indonesia, stabilitas harga energi dapat membantu menjaga inflasi dan memperkuat prospek ekonomi domestik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, pasar tetap bergerak sensitif terhadap perkembangan diplomasi internasional, sehingga penguatan IHSG masih berisiko berubah arah apabila negosiasi AS-Iran kembali menemui hambatan atau memicu ketidakpastian baru di pasar global.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (25/5) sore, ditutup menguat 44,30 poin atau 0,72 persen ke posisi 6.206,35 mengikuti penguatan bursa kawasan Asia, seiring harapan terjadinya kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 10,77 poin atau 1,74 persen ke posisi 631,21.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Bursa regional Asia bergerak menguat, ada sentimen membaiknya risiko global seiring harapan akan kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta.
Dari mancanegara, para pejabat senior Amerika Serikat (AS) mengindikasikan bahwa AS dengan Iran hampir mencapai kesepakatan yang dapat membuka kembali Selat Hormuz, dan mereka masih menegosiasikan persyaratan utama, serta persetujuan akhir dari kedua pihak kemungkinan akan memakan waktu beberapa hari.
Meskipun keputusan kesepakatan perdamaian belum final, namun sinyal itu memberikan sebuah harapan terciptanya perdamaian di Timur Tengah, serta pembukaan kembali selat Hormuz akan memulihkan aliran minyak dan ekonomi global.
Dari dalam negeri, IHSG bergerak fluktuatif yang dipengaruhi oleh sentimen global dan domestik yaitu narasi kesepakatan AS dan Iran memberikan katalis positif, sementara tekanan terhadap kurs Rupiah memberikan sentimen negatif.
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) defisit sebesar 9,15 miliar dolar AS kuartal I-2026, seiring dengan dinamika perekonomian global yang dapat mempengaruhi prospek NPI.
Defisit tersebut tercatat jauh lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang memicu kekhawatiran investor terhadap ketahanan eksternal Indonesia dan meningkatkan permintaan terhadap dolar AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!