Pertamina Pasang Strategi Kembar Hadapi Tantangan Ketahanan Energi
📅 Minggu, 24 Mei 2026, 18:50 WIB | Oleh: Tim PenulisPencapaian lainnya yakni pengembangan North Duri A14 melalui injeksi steamflood pertama untuk Enhanced Oil Recovery (EOR); onstream Greenfield Akasia dengan produksi awal mencapai 3.200 BOPD; produksi Lapangan Padang Pancuran I dengan estimasi cadangan 1,1 juta barel minyak. Selain itu pengembangan proyek EOR Chemical di Area Minas; onstream Area of Interest Sisi Nubi dengan kapasitas produksi 70 MMSCFD; dan pengembangan sumur Step Out Abab sebagai bagian dari revitalisasi brownfield.
Memasuki tahun 2026 dan seterusnya, PHE telah menyiapkan sejumlah proyek strategis lanjutan, termasuk pengembangan Blok Lavender di Laut Natuna Timur, Greenfield OO-OX ONWJ, Eksplorasi Laut Dalam (Deepwater) di Natuna Timur, hingga proyek pengembangan lapangan migas non konvensional (MNK) di Wilayah Kerja Rokan.
Di bidang inovasi, perusahaan juga mengembangkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung operasi pengeboran, integrasi manajemen aset, dan pengembangan subsurface yang lebih efektif dan efisien. Sementara itu, pengembangan proyek CCS Asri Basin menjadi salah satu fokus masa depan perusahaan dengan target potensi penyimpanan karbon hingga 2,9 gigaton.
“PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),” kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!