Ledakan Tambang Batu Bara di China Tewaskan 82 Orang, Jadi Tragedi Terburuk dalam 15 Tahun
📅 Minggu, 24 Mei 2026, 05:15 WIB | Oleh: AndesJumlah korban tewas kemudian meningkat tajam seiring berjalannya proses evakuasi.
Seorang korban selamat sekaligus pekerja tambang yang terluka, Wang Yong, mengatakan kepada CCTV bahwa ia melihat “kepulan asap” dan mencium bau belerang saat ledakan terjadi.
Ia mengaku melihat sejumlah orang tersedak asap sebelum akhirnya pingsan.
“Saya terbaring sekitar satu jam lalu sadar sendiri. Saya memanggil orang-orang di sebelah saya dan kami keluar dari tambang bersama-sama,” ujar Wang, seperti dikutip CCTV.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tiongkok diketahui telah berhasil menurunkan angka kematian di tambang batu bara sejak awal 2000-an melalui regulasi yang lebih ketat dan penerapan standar keselamatan yang lebih baik. Namun insiden Liushenyu menjadi salah satu kecelakaan tambang paling mematikan di negara itu dalam satu dekade terakhir.
Berdasarkan data resmi Administrasi Keselamatan Tambang Nasional Tiongkok (NMSA), lebih dari 3.000 kecelakaan tambang terjadi di Tiongkok sepanjang 2010 hingga 2025.
Bulan lalu, empat orang ditemukan tewas setelah atap tambang runtuh di sebuah tambang batu bara di Kabupaten Xingxian, Shanxi. Pada 2023, longsor di tambang batu bara terbuka di wilayah Mongolia Dalam menewaskan 53 orang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Provinsi Shanxi, salah satu wilayah termiskin di Tiongkok, dikenal sebagai pusat pertambangan batu bara negara tersebut.
Tiongkok sendiri merupakan konsumen batu bara terbesar di dunia sekaligus penghasil emisi gas rumah kaca terbesar, meski negara itu terus mempercepat pembangunan energi terbarukan dalam beberapa tahun terakhir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!