Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bogor Percepat Konektivitas, Jembatan Paledang-Pasir Jaya Dikebut Rampung

📅 Minggu, 24 Mei 2026, 18:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bogor Percepat Konektivitas, Jembatan Paledang-Pasir Jaya Dikebut Rampung Doc: ANTARA FOTO/ Arif Firmansyah.
Ket. Ilustrasi - Pedagang memanfaatkan perahu 'eretan' untuk menyeberangi aliran sungai Cisadane di Kampung Keramat, Paledang, Kota Bogor, Jawa Barat.

BOGOR – Pembangunan jembatan penghubung antarwilayah tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi katalis pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.

Kehadiran jembatan mampu memangkas waktu tempuh, menurunkan biaya logistik, serta membuka akses perdagangan dan mobilitas masyarakat yang sebelumnya terhambat kondisi geografis.

Dalam jangka panjang, konektivitas yang semakin baik dapat mendorong munculnya pusat-pusat ekonomi baru, meningkatkan nilai investasi kawasan, hingga mempercepat distribusi barang dan layanan publik.

Namun, efektivitas pembangunan jembatan tetap bergantung pada integrasi dengan infrastruktur pendukung lain seperti jalan, pelabuhan, dan kawasan industri.

Tanpa perencanaan terpadu, jembatan berisiko hanya menjadi proyek fisik besar yang belum optimal dalam menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, menargetkan pembangunan jembatan penghubung antara wilayah Paledang dan Pasir Jaya rampung pada November 2026 setelah penantian panjang lebih dari lima tahun.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin di Balai Kota Bogor, Sabtu (23/5), mengatakan tahapan pembangunan jembatan mulai dilaksanakan pada akhir Mei 2026 dengan masa pengerjaan selama 180 hari.

“Perlu diketahui bahwa ini ikhtiar panjang, lebih dari lima tahun. Pemenang lelang sudah ada dan penting diketahui masyarakat. Harus tersosialisasikan,” kata Jenal.

Menurut dia, keberadaan jembatan tersebut diharapkan dapat menyelesaikan persoalan aksesibilitas yang selama ini dikeluhkan warga di dua wilayah tersebut.

Jenal menjelaskan, saat meninjau lapangan bersama warga, terdapat sejumlah aspirasi yang disampaikan masyarakat, mulai dari keterlibatan tenaga kerja lokal hingga pengaturan operasional jembatan untuk mengantisipasi tindak kriminalitas.

“Jadi jembatan nanti tidak dibuka 24 jam. Kecuali dalam kondisi darurat, seperti ada masyarakat yang sakit atau meninggal dunia,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga mengusulkan adanya pemberdayaan pelaku UMKM di sekitar lokasi proyek selama proses pembangunan berlangsung, serta pemasangan penerangan jalan umum di area jembatan.

Pemkot Bogor, lanjut Jenal, akan mengoordinasikan berbagai masukan teknis tersebut bersama aparatur wilayah, dinas terkait, dan pihak ketiga pelaksana pembangunan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bogor Chusnul Rozaqi menjelaskan secara teknis tinggi rangka jembatan mencapai 2,7 meter dengan jarak titik buhul ke titik buhul sepanjang 2,40 meter.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Akhirnya Warga Swiss Menola...

Profesor ITS Kembangkan Limbah Aluminium sebagai Sumber Energi

4 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Profesor ITS Kembangkan Lim...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Akhirnya Warga Swiss Menolak Usulan Pembatasan Populasi  10 Juta Jiwa

Akhirnya Warga Swiss Menolak Usulan Pembatasan Populasi 10 Juta Jiwa

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.