Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ledakan Tambang di Tiongkok, 90 Tewas

📅 Sabtu, 23 Mei 2026, 14:13 WIB | Oleh:
Ledakan Tambang di Tiongkok, 90 Tewas Doc: Istimewa
Ket. Operasi penyelamatan telah dimulai dan penyebab kecelakaan sedang diselidiki, menurut otoritas manajemen darurat setempat di Qinyuan.

BEIJING - Jumlah korban tewas akibat ledakan gas di tambang batu bara di provinsi Shanxi, Tiongkok utara, telah meningkat menjadi setidaknya 90 orang, demikian dilaporkan oleh stasiun televisi pemerintah CCTV pada hari Sabtu.

Dari The Guardian, ledakan gas terjadi pada Jumat malam di tambang batu bara Liushenyu di Kabupaten Qinyuan, saat 247 pekerja berada di bawah tanah, lapor kantor berita pemerintah Xinhua. Laporan sebelumnya menyebutkan delapan orang tewas, sementara lebih dari 200 orang telah berhasil dievakuasi ke permukaan dengan selamat.

Rekaman yang dipublikasikan oleh stasiun televisi pemerintah CCTV menunjukkan para penyelamat yang mengenakan helm membawa tandu di lokasi kejadian, dengan ambulans terlihat di latar belakang.

Bencana pertambangan ini merupakan salah satu yang paling mematikan yang dilaporkan di Tiongkok dalam dekade terakhir. Pada tahun 2023, runtuhan di tambang batu bara terbuka di Mongolia Dalam bagian utara menewaskan 53 orang. Dan pada tahun 2009, ledakan di tambang di provinsi Heilongjiang bagian timur laut menewaskan lebih dari 100 orang.

Presiden Tiongkok Xi Jinping menyerukan kepada pihak berwenang untuk "mengerahkan segala upaya" dalam merawat para korban luka dan melakukan operasi pencarian dan penyelamatan, sambil memerintahkan penyelidikan terhadap penyebab kecelakaan dan siapa yang bertanggung jawab, menurut Xinhua.

Dia “menekankan bahwa semua wilayah dan departemen harus mengambil pelajaran dari kecelakaan ini, tetap waspada terhadap keselamatan kerja … dan dengan tegas mencegah serta menekan terjadinya kecelakaan besar dan bencana”.

Perdana Menteri Li Qiang menggemakan instruksi tersebut, menyerukan agar informasi dirilis tepat waktu dan akurat serta akuntabilitas yang ketat.

Operasi penyelamatan telah dimulai dan penyebab kecelakaan sedang diselidiki, menurut otoritas manajemen darurat setempat di Qinyuan.

Media pemerintah awalnya melaporkan empat kematian dan puluhan orang terjebak setelah kadar karbon monoksida – gas yang sangat beracun dan tidak berbau – di tambang ditemukan telah "melebihi batas". Beberapa dari mereka yang terjebak di bawah tanah berada dalam "kondisi kritis", menurut laporan tersebut.

Tiongkok telah secara signifikan mengurangi angka kematian di tambang batu bara – yang sering disebabkan oleh ledakan gas atau banjir – sejak awal tahun 2000-an dengan memberlakukan peraturan yang lebih ketat dan praktik yang lebih aman.

Menurut laporan Xinhua, para eksekutif perusahaan yang bertanggung jawab atas tambang tersebut telah ditahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Merugi, DPRD Jabar Minta Li...
Olahraga
Veda Ega Pratama Bawa Modal...
Piala Dunia, Argentina Lolos ke Semifinal Hadapi Inggris

Piala Dunia, Argentina Lolos ke Semifinal Hadapi Inggris

12 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.