Jaringan UMKM Kelontong Ini Sumbang 9,5% PDB Retail Nasional, Omzet Tembus Rp251 Triliun
📅 Jumat, 22 Mei 2026, 13:22 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA-Jaringan toko kelontong binaan PT SRC Indonesia terus berkembang memperkuat ekosistemnya. Dari program pendampingan sederhana untuk toko kelontong, SRC kini tumbuh menjadi gerakan retail tradisional terbesar di Tanah Air yang berperan langsung menggerakkan ekonomi nasional.
Hingga kini, jaringan SRC menjangkau lebih dari 250 ribu toko kelontong di seluruh Indonesia. Ekosistem ini didukung 6.300 Mitra SRC dan terhubung melalui 10.000 Paguyuban SRC. Di usianya yang ke-18 Sampoerna Retail Community menegaskan kembali komitmennya memperkuat UMKM di Tanah Air.
Perkembangan tersebut tercermin dalam riset “Bukti Nyata SRC untuk Indonesia” yang dirilis KG Media 2026. Kontribusi omzet toko SRC mencapai Rp251 triliun per tahun, atau setara 9,5% dari PDB retail nasional 2025. Nilai ini naik Rp15 triliun dibanding kontribusi Rp236 triliun per tahun pada 2023.
Riset juga mencatat, toko yang bergabung dengan SRC mengalami kenaikan omzet hingga 42%. Tren positif berlanjut dengan pertumbuhan 27,5% pada periode 2023-2026 berkat pendampingan berkelanjutan. Digitalisasi menjadi pendorong utama, di mana 98,8% toko SRC kini telah terdigitalisasi. Sebanyak 46% toko bahkan berhasil menambah lini usaha seperti produk digital dan layanan pembayaran, yang memperkuat loyalitas pelanggan sekaligus membuka sumber pendapatan baru.
Di sisi komunitas, program Pojok Lokal yang menghubungkan toko SRC dengan produk UMKM sekitar juga menunjukkan hasil signifikan. Omzetnya melonjak 128%, dari Rp5,65 triliun per tahun pada 2023 menjadi Rp12,9 triliun per tahun pada 2026. Angka ini memperkuat peran SRC dalam menggerakkan ekonomi lokal di berbagai daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta mewakili Wakil Gubernur DKI Jakarta, Uus Keswanto menilai ekosistem seperti SRC strategis untuk membantu UMKM lokal naik kelas dan menciptakan dampak ekonomi yang luas.
“Selama 18 tahun, SRC semakin menemukan perannya dalam mendukung pemberdayaan UMKM kelontong di seluruh Nusantara. Di Jakarta saja sudah ada sekitar 40.000 toko. Kami berharap SRC terus berkembang hingga melahirkan perusahaan besar kebanggaan Indonesia seperti Sampoerna,” ujarnya di Jakarta, Kamis (22/5).
Plt. Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian, Dida Gardera, menyebut perjalanan 18 tahun SRC menunjukkan konsistensi membangun ekosistem UMKM yang berdampak luas.
Sebaiknya Anda baca juga:
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional. Dari 64 juta usaha, 99,7% adalah usaha mikro. Saat pandemi dan krisis, UMKM terbukti menjadi andalan. Karena itu, langkah SRC membantu toko kelontong sangat tepat untuk mendorong usaha kecil naik kelas, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas usaha serta SDM,” katanya.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag RI, Iqbal Shoffan Shofwan menekankan pentingnya modernisasi dan digitalisasi agar retail tradisional tetap kompetitif.
“Kontribusi sektor retail terhadap ekonomi mencapai 54,36%, termasuk retail tradisional. Selama 18 tahun, SRC tidak hanya mengakselerasi usaha, tetapi juga membantu penataan toko, manajemen keuangan, hingga penyaluran barang dari prinsipal. Dampaknya, toko kelontong mendapat harga lebih baik, margin naik, bahkan lebih dari 40% berhasil menambah lini usaha,” ujarnya.
Direktur Utama PT. SRC Indonesia Sembilan (SRCIS), Romulus Sutanto, menambahkan bahwa pendampingan yang konsisten terbukti mampu mendorong UMKM naik kelas.
“Melalui pendampingan berkelanjutan, SRC membantu pemilik toko menata usaha lebih rapi, bersih, dan terang, sekaligus mengadopsi teknologi seperti AYO Toko dan digital payment. Transformasi ini membuat usaha mereka lebih relevan, stabil, dan berkembang sesuai kebutuhan pasar,” ujarnya.
Penguatan ekosistem SRC juga dilakukan melalui kolaborasi dengan BUMN seperti Perum BULOG, BRI, Pos Indonesia, Telkomsel, dan Pertamina Patra Niaga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!