Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemendag Ajak Pelaku Usaha Ambil Peluang Ekspor ke Arab Saudi, Ini Sektornya!

📅 Rabu, 20 Mei 2026, 10:40 WIB | Oleh:
Kemendag Ajak Pelaku Usaha Ambil Peluang Ekspor ke Arab Saudi, Ini Sektornya! Doc: ANTARA
Ket. Kementerian Perdagangan Republik Indonesia mengajak pelaku usaha Indonesia memperluas ekspor ke Arab Saudi dengan memanfaatkan peluang transformasi ekonomi melalui program Saudi Vision 2030. Program tersebut dinilai membuka ruang besar bagi produk nonmigas Indonesia untuk masuk lebih luas ke pasar Arab Saudi.

JAKARTA - Kementerian Perdagangan Republik Indonesia mengajak pelaku usaha Indonesia memperluas ekspor ke Arab Saudi dengan memanfaatkan peluang transformasi ekonomi melalui program Saudi Vision 2030. Program tersebut dinilai membuka ruang besar bagi produk nonmigas Indonesia untuk masuk lebih luas ke pasar Arab Saudi.

Atase Perdagangan RI Riyadh, Zulvri Yenni, mengatakan sejumlah sektor memiliki potensi pertumbuhan tinggi di pasar Arab Saudi. Sektor tersebut meliputi makanan dan minuman halal, produk pertanian, furnitur, modest fashion, kosmetik halal, hingga produk manufaktur bernilai tambah.

"Kebijakan transformasi ekonomi Arab Saudi akan mengurangi ketergantungan terhadap sektor minyak dan gas dengan cara memperkuat sektor industri, pariwisata, logistik, serta ekonomi digital. Perubahan struktur ekonomi Arab Saudi akan turut memperluas ruang masuk produk Indonesia ke pasar negara tersebut melalui peningkatan permintaan," ujar Zulvri Yenni dalam keterangannya di Riyadh, Senin (19/5/2026).

Kemendag menilai peningkatan jumlah wisatawan religius dan jamaah umrah internasional turut mendorong kenaikan kebutuhan produk konsumsi. Kondisi tersebut disebut membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperluas pasar produk halal dan kebutuhan pendukung ibadah di Arab Saudi.

Berdasarkan laporan Strategic Management Office - Council of Economic and Development Affairs (SMO-CEDA), transformasi Saudi Vision 2030 telah mencapai 93 persen pada 2025. Capaian tersebut diukur melalui 38 indikator utama dan 390 subindikator sejak program diluncurkan pada 2016.

Implementasi program transformasi ekonomi tersebut dimonitor langsung oleh Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Mohammed bin Salman. Pemerintah Arab Saudi kini fokus memperkuat sektor industri, pariwisata, logistik, hingga ekonomi digital untuk mengurangi ketergantungan pada sektor minyak dan gas.

Kemendag melihat momentum tersebut dapat dimanfaatkan Indonesia melalui penguatan diplomasi dagang, promosi produk unggulan, dan peningkatan standar produk agar sesuai dengan ketentuan pasar Arab Saudi. Perwakilan perdagangan RI di Arab Saudi juga menyatakan siap memfasilitasi business matching antara eksportir Indonesia dan pembeli di Arab Saudi.

"Pasar Arab Saudi saat ini sangat potensial bagi produk Indonesia. Untuk memaksimalkan peluang ini, perwakilan perdagangan di Arab Saudi siap memfasilitasi business matching pelaku usaha Indonesia dan Arab Saudi," kata Zulvri.

Kemendag menyebut sektor makanan dan minuman halal menjadi salah satu peluang terbesar bagi Indonesia. Pada 2025, jumlah jamaah umrah internasional di Arab Saudi mencapai 18,03 juta orang dan ditargetkan meningkat menjadi 30 juta jamaah pada 2030.

Kondisi tersebut diperkirakan meningkatkan permintaan terhadap makanan siap saji, perlengkapan ibadah, produk kesehatan, serta layanan pendukung lainnya. Namun Indonesia dinilai tetap harus bersaing dengan negara ASEAN lain seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam yang juga agresif mengisi pasar halal di Arab Saudi.

"Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemasok utama produk halal di Arab Saudi, terutama untuk memenuhi kebutuhan konsumen domestik Arab Saudi maupun jamaah internasional yang membutuhkan produk-produk tersebut," ujar Zulvri.

Selain sektor halal, Kemendag juga melihat peluang baru di bidang skincare, modest fashion, dan layanan profesional seiring meningkatnya partisipasi perempuan di dunia kerja Arab Saudi yang kini mencapai 35 persen. Di sektor properti, pembangunan kota pintar, kawasan industri, dan infrastruktur pariwisata juga disebut membuka peluang ekspor furnitur kayu, dekorasi interior, dan bahan bangunan dari Indonesia.

Berdasarkan data Kemendag, total perdagangan Indonesia dan Arab Saudi pada Januari-Maret 2026 mencapai USD 1,35 miliar. Dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia ke Arab Saudi tercatat sebesar USD 527,40 juta, sedangkan impor Indonesia dari Arab Saudi mencapai USD 825,50 juta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Megapolitan
Tabrakan Truk di Cawang Aki...
Luar Negeri
Kerusuhan Pecah di Milan, T...
Advertisement
2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.