Bukan Sekadar Pameran, Jabar Kejar Ekspor Rp750 Miliar Lewat WJX 2026
📅 Minggu, 11 Okt 2026, 11:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ Abdan Syakura
BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memboyong 40 UMKM unggulan untuk memamerkan produknya dalam ajang West Java Expo (WJX) 2026 di BSD pada 15-18 Oktober 2026 dengan membidik target transaksi ekspor mencapai Rp750 miliar.
Target tersebut melonjak signifikan jika dibandingkan dengan realisasi nilai transaksi WJX pada tahun-tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp5,92 miliar pada 2024 dan catatan tinggi sebesar Rp326,61 miliar pada 2025.
"Tahun 2024 transaksi hanya Rp5,92 miliar lalu setahun kemudian naik drastis menjadi Rp326,61 miliar. Dengan animo pembeli yang tinggi atas produk Jabar, kami optimistis bisa mencapai target Rp750 miliar," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Nining Yuliastiani dalam keterangan di Bandung, Sabtu (10/10).
Nining mengungkapkan bahwa daya tarik produk-produk Jawa Barat di pasar internasional terus menguat.
Hal ini dibuktikan dengan terdaftarnya sekitar 8.000 pembeli (buyers) baik dari dalam maupun luar negeri yang telah menyatakan minat untuk hadir.
Adapun 40 UMKM yang difasilitasi dalam pameran tersebut merupakan hasil kurasi ketat dari ribuan pelaku usaha yang mendaftar.
Seluruh peserta terbagi ke dalam empat kategori utama, yaitu fesyen, makanan dan minuman (food & beverage), furnitur dan dekorasi rumah (furniture & home decor), serta perawatan diri (personal care).
Penetapan keempat sektor tersebut didasarkan pada potensi pasarnya yang sangat besar di mancanegara, pertumbuhan usaha yang masif, serta nilai tambah dan diferensiasi produk yang tinggi berkat dukungan ketersediaan bahan baku lokal untuk kemudahan hilirisasi.
"Pembeli pun sudah relatif mengenal kategori produk ini, khususnya dari Timur Tengah dan Amerika. Ekspor Jabar cukup tinggi namun potensinya tentu masih akan terus dikembangkan. Disperindag akan terus mendampingi 40 UMKM ini sehingga proses transaksi ekspor dapat terlaksana," kata Nining.
Selain pendampingan intensif bagi puluhan peserta terkurasi tersebut, Disperindag Jabar juga berkomitmen mendorong pelaku UMKM lainnya agar konsisten menjaga standar kualitas produksi sesuai permintaan pembeli serta mampu mengamankan keberlanjutan pasokan (kontinuitas).
Optimisme pencapaian target ekspor turut dirasakan oleh para pelaku usaha daerah. Salah satu peserta kurasi, Saeful dari PT Mekar Saluyu Grup, menargetkan nilai transaksi perusahaannya dapat menembus angka hingga Rp30 miliar melalui penawaran komoditas kopi unggulan ke pasar Timur Tengah dan Eropa.
"Terima kasih kepada Disperindag Provinsi Jabar yang terus mendampingi kami UMKM produsen kopi, untuk berkembang hingga menembus pasar ekspor," tuturnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!