Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kamila Andini Jadi Sineas Asia Tenggara Pertama di Ajang Women in Cinema Cannes 2026

📅 Rabu, 20 Mei 2026, 17:37 WIB | Oleh:
Kamila Andini Jadi Sineas Asia Tenggara Pertama di Ajang Women in Cinema Cannes 2026 Doc: Instagram/@kamilandini
Ket. Sutradara Indonesia, Kamila Andini (ketiga dari kiri) saat menghadiri program Women in Cinema dalam rangkaian Cannes Film Festival 2026 di Prancis, Kamis (14/5)

JAKARTA - Sutradara Indonesia, Kamila Andini kembali menorehkan prestasi di panggung perfilman internasional. Ia menerima penghargaan dalam program Women in Cinema Spotlight yang digelar Red Sea Film Foundation dalam rangkaian Cannes Film Festival 2026 di Prancis.

Kamila menjadi satu-satunya sineas dari Asia yang masuk dalam daftar penerima penghargaan tahun ini. Pencapaian tersebut sekaligus menjadikannya sineas Asia Tenggara pertama yang terpilih dalam program Women in Cinema Spotlight.

Program Women in Cinema merupakan inisiatif tahunan Red Sea Film Foundation. Untuk mendukung dan memperkuat suara sineas perempuan dari kawasan Arab, Afrika, dan Asia di industri perfilman global.

Tahun ini, Kamila Andini masuk dalam daftar enam sineas perempuan yang mendapat sorotan. Ia bersama sejumlah nama internasional lain, seperti Laïla Marrakchi, Genevieve Nnaji, Tara Sutaria, Aixa Kay, dan Marie-Clémentine Dusabejambo.

Red Sea Film Foundation menyebut Kamila sebagai sutradara dan penulis yang konsisten menghadirkan cerita tentang perempuan, keluarga, serta identitas budaya. Mereka juga menyoroti film debut panjang Kamila, The Mirror Never Lies, yang memperlihatkan ketertarikannya pada hubungan manusia dan lingkungan.

Nama Kamila memang telah lama dikenal di sirkuit festival internasional melalui berbagai film garapannya. Beberapa karya seperti Yuni, Before, Now & Then, dan The Seen and Unseen berhasil mendapat perhatian di berbagai festival dunia.

Film Yuni bahkan berhasil memenangkan Platform Prize di Toronto International Film Festival 2021. Sementara Before, Now & Then membawa Laura Basuki meraih Silver Bear untuk Best Supporting Performance di Berlin International Film Festival 2022.

Dalam ajang Cannes tahun ini, Kamila juga hadir membawa proyek film terbarunya berjudul Empat Musim Pertiwi atau Four Seasons in Java. Film produksi internasional tersebut melibatkan delapan negara dan diproduseri Ifa Isfansyah melalui Forka Films.

Film tersebut dibintangi Putri Marino, Arya Saloka, dan Christine Hakim. Ceritanya mengangkat tema perempuan, kehilangan, dan perubahan hidup dengan pendekatan khas Kamila yang puitis dan dekat dengan budaya lokal.

Keberhasilan Kamila Andini di Women in Cinema Cannes 2026 dinilai menjadi simbol semakin besarnya perhatian dunia terhadap perfilman Indonesia dan Asia Tenggara. Kehadirannya juga dianggap membuka ruang lebih luas bagi sineas perempuan Indonesia untuk membawa karya mereka ke panggung internasional.

Selain Kamila, aktris Raline Shah turut hadir sebagai undangan resmi Red Sea Film Foundation. Menurut Raline, capaian sineas perempuan Indonesia kini semakin mendapat pengakuan di industri perfilman global.

Acara Women in Cinema Gala tahun ini juga dihadiri sejumlah figur perfilman dunia. Diantaranya, Demi Moore, Diane Kruger, Rami Malek, Alicia Vikander, hingga sutradara pemenang Oscar Chloé Zhao. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.