Trump Sebut Iran Tetap Dipersilakan Tampil di Piala Dunia 2026
📅 Kamis, 12 Mar 2026, 07:00 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraLAUSANNE, SWISS – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa tim nasional Iran tetap dipersilakan berpartisipasi di Piala Dunia 2026, meskipun konflik perang di Timur Tengah masih berlangsung. Hal itu diungkapkan Presiden FIFA, Gianni Infantino, pada hari Rabu (11/3) waktu setempat.
Perang yang dipicu serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada tanggal 28 Februari lalu sempat memunculkan ketidakpastian mengenai keikutsertaan Iran di turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut, yang akan digelar bersama oleh Amerika Serikat , Kanada, dan Meksiko.
Infantino mengatakan isu tersebut dibahas dalam pertemuannya dengan Trump terkait persiapan Piala Dunia.
“Dalam pertemuan itu kami juga membicarakan situasi terkini di Iran,” tulis Infantino melalui akun Instagram pribadinya.
“Selama diskusi, Presiden Trump menegaskan kembali bahwa tim Iran tentu saja dipersilakan untuk berkompetisi dalam turnamen di Amerika Serikat,” tambahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pernyataan ini menjadi kali pertama Infantino secara terbuka menyinggung konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Sebelumnya, pada Desember lalu, Infantino bahkan menciptakan penghargaan FIFA Peace Prize dan menyerahkannya kepada Trump dalam sebuah acara menjelang undian Piala Dunia.
Namun, pernyataan Trump kepada Infantino berbeda dengan komentarnya kepada media Politico pekan lalu. Saat itu Trump mengatakan, “Saya benar-benar tidak peduli” apakah Iran tampil di Piala Dunia atau tidak.
Hubungan antara Infantino dan Trump diketahui semakin dekat sejak Trump kembali menjabat sebagai presiden Amerika Serikat. Bos FIFA itu bahkan menghadiri upacara pelantikan Trump di Gedung Putih.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Ketua Federasi Sepak Bola Iran Mehdi Taj justru mengungkapkan keraguan mengenai partisipasi tim nasionalnya.
Berbicara di televisi pemerintah Iran, Taj menilai situasi politik saat ini membuat keikutsertaan tim menjadi dipertanyakan.
“Jika Piala Dunia berlangsung dalam situasi seperti ini, siapa yang waras akan mengirim tim nasionalnya ke tempat seperti itu?” ujar Taj.
Meski Piala Dunia akan digelar di tiga negara, Iran dijadwalkan memainkan seluruh laga fase grupnya di Amerika Serikat, yakni dua pertandingan di Los Angeles dan satu di Seattle.
Jika Iran akhirnya memutuskan mundur, itu akan menjadi pertama kalinya sebuah negara menarik diri dari Piala Dunia sejak France dan India mundur dari FIFA World Cup 1950 di Brasil.
Ketegangan juga muncul di ajang AFC Women's Asian Cup yang digelar di Australia. Beberapa pemain timnas wanita Iran dilaporkan mengajukan suaka setelah mendapat kritik dari televisi pemerintah karena tidak menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!